loading...
Loading...
Tribunnews

SLEMAN –  Dalam destinasi wisata di Kabupaten  Sleman, nama Candi Kedulan memang belum begitu familier. Namun belakangan, nama candi tersebut kembali terangkat.

Kompleks candi bercorak Hindu ini baru saja menyelesaikan tahap pertama pemugarannya.

Selesainya masa pemugaran tersebut ditandai dengan dipasangnya Batu Kemuncak di atap candi utama beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, Ari Susanti menyebutkan bahwa Candi Kedulan ini memiliki kemiripan yang nyaris sama persis dengan Candi Sambisari.

Kedua bangunan candi ini juga sama-sama berada di bawah permukaan tanah. Sekitar 6 meter dalamnya menurut Ari.

Keduanya juga memiliki 3 candi perwara di depan bangunan candi utama.

“Bahkan secara arsitektur juga sama,” kata Ari ditemui Tribunjogja.com beberapa waktu lalu.

Menurut Ari, perbedaannya terletak pada ukuran lahan, di mana kompleks Candi Kedulan lebih luas dibandingkan Candi Sambisari.

Tiga prasasti juga ditemukan di candi ini.

Selain itu, jika pintu Candi Sambisari menghadap arah barat, maka Candi Kedulan menghadap arah sebaliknya, yaitu timur.

Baca Juga :  Di DIY, Naiknya Iuran BPJS Berdampak Menurunnya Kepesertaan

Berdasarkan kajian terhadap tiga prasasti yang ditemukan, Ari menjelaskan Candi ini dibangun pada abad ke-9, masa yang sama dengan pembangunan Candi Sambisari.

“Nama asli dari Candi ini adalah Parahyangan i Tigaharyyan,” ujar Ari.

Nama Kedulan sendiri diambil dari dusun di mana candi tersebut ditemukan.

Dusun ini berada di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.

Jalan menuju lokasi sendiri sudah dalam keadaan layak untuk dilewati, sebab sudah dibuat dengan aspal.

Sejumlah petunjuk juga telah disediakan pengelola untuk memudahkan pengunjung.

Saat Tribunjogja.com menyambangi lokasi candi, proses pemugaran masih terus dilakukan.

Rangka-rangka penopang juga masih dipasang di sekitar bangunan utama untuk membantu proses pemugaran.

Ari menyebutkan bahwa candi ini belum bisa dikunjungi oleh umum, sebab proses pemugaran masih berlangsung.

Meski belum selesai, Ari menyebut masyarakat bisa menyaksikan proses pemugaran tersebut dari luar pagar.

Baca Juga :  Pemilihan Ketua Umum Kagama Periode 2019-2024, Ganjar Pranowo Kembali Terpilih

“Mereka bisa mengetahui bagaimana pemugaran candi dengan melihat langsung prosesnya,” kata Ari.

Baca: Pemasangan Batu Kemuncak Tandai Rampungnya Pemugaran Candi Kedulan

Ia juga menyebutkan bahwa masih ada 3 tahapan lagi yang harus diselesaikan.

Mulai dari pemugaran pagar, pembebasan lahan zona penyangga, hingga penataan lingkungan sekitar candi.

Ke depannya, Ari menyatakan bahwa kompleks candi ini akan dijadikan pusat kesenian masyarakat sekitar.

Sejumlah fasilitas pendukung pun sudah disiapkan, terutama untuk kegiatan pariwisata.

“Kita ingin ada integrasi berbagai kegiatan di sini,” kata Ari.

Bagi Anda yang tertarik mengunjungi Candi Kedulan, kompleks ini dibuka dari pagi hingga sore hari.

Selain itu, tidak ada biaya yang dikenakan alias gratis. Cukup mengisi buku tamu.

Pengunjung pun disarankan untuk melihat candi dari batas pagar yang sudah dibuat.

Jangan lupa menggunakan masker mengingat debu yang beterbangan. #tribunnews

Loading...