loading...
Loading...
Kades Gilirejo Baru, Hartono bersama warga saat melakukan aksi menggempur proyek talud yang diduga kualitasnya di bawah spek. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri rame-rame turun ke jalan untuk menggempur bangunan proyek talud di desa mereka, Rabu (7/11/2018). Aksi itu mereka lakukan sebagai bentuk protes atas kualitas pengerjaan proyek talud yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Tak hanya warga, Kades Gilirejo Baru, Hartono bahkan turut di depan memimpin aksi. Tanpa komando, warga dari berbagai dukuh itu langsung mendatangi proyek talud yang saat ini masih dalam masa pengerjaan tersebut. Bersama Kades mereka menggempur bangunan talud yang sudah jadi dengan tangan maupun batu.

“Bangunan apaan ini,” ujar Kades Hartono sembari mengarahkan palu di tangannya menghantam talud hingga talud rontok berjatuhan.

Beberapa warga juga melakukan aksi serupa. Mereka bahkan hanya menggunakan tangan mencoba mengetes kekuatan talud yang dicor. Ternyata bangunannya rapuh dan berantakan.

“Terpaksa, karena dari kemarin banyak warga yang memprotes kualitas taludnya rapuh. Lha pasir yang dipakai hanya sak-sake. Kualitasnya seperti ladu (lumpur). Dipegang saja sudah hancur. Coba lihat dipukul dikit saja sudah rontok. Ini pekerjaan apa,” ujar Kades Kamis (8/11/2018)

Baca Juga :  Innalillahi, Petani di Sidoharjo Sragen Ditemukan Tewas Mengenaskan Kesetrum Pompa Air. Saat Ditemukan Dalam Kondisi Terduduk

Hartono menguraikan aksi warga bukan bermaksud merusak. Akan tetapi hal itu dilakukan karena masukan yang disampaikan terkait kualitas pasir dan material tak pernah diindahkan oleh rekanan.

Akibatnya, bangunan talud yang saat ini sudah jadi sekitar 60 meter, kualitasnya sangat jelek. Bahkan di beberapa titik sudah longsor padahal proyek masih dalan proses pengerjaan.

“Kami juga sudah sampaikan ke PPK DPU. Harapannya segera diperbaiki. Kasihan rakyat, wong mbangunnya juga pakai uang rakyat. Mbok ya jangan terlalu segitunya. Masak talud dipegang sudah rontok,” urainya.

Kades menambahkan proyek talud itu dibangun dari APBD Provinsi. Warga berharap kualitas proyek bisa ditingkatkan lantaran Desa Gilirejo Baru termasuk salah satu desa terisolasi yanh sarana infrastruktur memang sangat didambakan.

Aksi gempur paksa proyek talud Gilirejo Baru itu juga menjadi sorotan dan perbincangan kalangan masyarakat. Rata-rata menyayangkan pengerjaan serta lemahnya pengawasan dari PPK sehingga pelaksanaan tak terawasi dengan baik.

Baca Juga :  Bambang Resmi Daftar Cawabup, Pengamat Sebut Bisa Goyahkan Peta Politik Pilkada Sragen. Sinyal PDIP Usung Cabup-Cawabup Sendiri? 

“Kalau pengawasnya kerja beneran mengawasi, nggak akan mungkin proyek sampai kecolongan rapuh begitu. Mestinya kalau material enggak sesuai ya ditegur biar disesuaikan. Kalau sampai sudah jadi talud tapi dipukul dikit sudah rontok, itu kan sudah terlalu,” ujar Anggota LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas), Sri Wahono menyoroti kasus talud Gilirejo Baru itu.

Terpisah, pihak DPU Sragen belum bisa dimintai konfirmasi perihal itu. Kabid Bina Marga, Sugeng Himawan saat dihubungi ponselnya menunjukkan nada tidak aktif. Wardoyo

Loading...