loading...
Loading...
Ilustrasi kecelakaan maut. Foto/Tribunnews

SRAGEN- Sebanyak 99 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sragen selama kurun Januari-September 2018. Angka itu meningkat di banding 2017 silam.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasatlantas AKP Dani Permana Putra mengungkapkan dari anev 2018, selama Januari 2018 hingga September total sudah ada 791 kecelakaan di wilayah jalan raya Sragen.

Setiap bulannya angka kecelakaan bergerak mininal 60 kejadian. Paling banyak terjadi di bulan Agustus dengan 109 kasus kecelakaan.

Baca Juga :  Bawaslu Sragen Butuh 1.912 Personel Panwascam hingga PPS Untuk Pilkada Sragen 2020. Gaji Mulai Rp 400.000 Hingga Rp 1,250 Juta, Simak Jadwal Pendaftarannya! 

“Dari jumlah kejadian itu, korban meninggal dunia ada 99 orang dan luka ringan 962 orang. Korban luka berat nihil,” paparnya Kamis (1/11/2018).

Menurutnya, jumlah korban meninggal itu memang cukup signifikan dan naik dari kurun yang sama 2017 lalu. Sedang kerugian material akibat kecelakaan mencapai Rp 546 juta.

Menurut AKP Dani, di wilayah Soloraya, angka kecelakaan Sragen memang tertinggi di banding kabupaten lain. Hal itu terjadi karena karakter jalanan dan lintasan di Sragen memang paling rawan memicu kecelakaan.

Baca Juga :  Aula SMKN 1 Miri Sragen Yang Ambruk Tersapu Angin dan Lukai 23 Korban Ternyata Baru 4 Tahun Dibangun. Satu Guru Dilaporkan Ikut Tertimpa Reruntuhan 

“Karakternya Sragen itu jadi perlintasan dari arah Jateng menuju Jatim. Karakter jalannya sebagian juga belum mumpuni. Kita sudah buat surat ke Dishub agar diteruskan ke Provinsi. Yang paling sering di Sumberlawang hingga Gemolong. Jalannya sempit, perlu diusulkan median jalan dan dilebarkan jadi empat lajur. Saat ini kan hanya dua jalur dan sempit. Padahal jumlah kendaraan semakin banyak, pengendara semakin bertambah banyak sehingga kerawanan kecelakaan juga semakin meningkat,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...