loading...
Loading...
Ilustrasi. Tribunnews/Istimewa

KARAWANG– Beredarnya video asusila yang diduga diperankan oleh salah satu siswi SMA di Kabupaten Karawang berinisial Ar (16), menimbulkan kemirisan tersendiri. Pasalnya, Ar belakangan diketahui merupakan salah satu siswi berprestasi di sekolah itu.

Informasi yang dihimpun, Ar merupakan siswi berprestasi bahkan sempat meraih ajang bergengsi yang biasa digelar Pemkab Karawang. Polisi masih mendalami kasus itu. M bakal dijerat Pasal 82 atau 83 Undang-undang Perlindungan Anak.

“Ar bukan yang menyebarkan video tersebut. Video itu disebar tanpa sepengetahuan AR oleh temannya,” kata Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya via ponselnya, Rabu (21/11/2018).

Baca Juga :  ICW Ungkap 15 Pola Korupsi Dana Desa yang Terjadi Selama Ini

Ironisnya, adegan video mesum Ar ini sempat ditonton teman-teman sekelasnya. ‎Hal itu sebelum video menyebar. Diduga, video mesum beredar saat terjadi pemutaran video di kelas menggunakan infokus.

Dua video mesum yang didapat Tribun untuk kepentingan jurnalisme peliputan kasus ini, tampak video yang beredar tersebut seperti di sebuah layar besar dengan ruangan tampak gelap. Posisi gambar tidak horisontal melainkan agak ke atas. Slamet membenarkan hal itu.

Baca Juga :  Jika Benar Ada Desa Siluman, KPK Harus Bertindak

“Salah satu siswa menggunakan proyektor dan memutar video mesum itu saat jam kosong. Video itu ditonton ramai – ramai, beberapa siswa merekam adegan di proyektor menggunakan ponsel,” katanya.

Diduga, video menyebar saat terjadi nonton bareng video mesum tersebut di kelas. Sejumlah siswa pun diperiksa, terutama yang berniat memutar video tersebut karena ia memastikan, pihak yang berniat memutar video tersebut bukan Ar.

“Kami sedang mendalami kasus ini, dan sedang menentukan tersangka yang menyebarkan video mesum itu,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Video 3 Lawan 1 Vina Garut, Berkas 2 Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa Vina Berkerudung Hitam

Lantas, bagaimana bisa video mesum itu menyebar‎ hingga diputar di kelas, Kapolres menjelaskan, semula Ar meminta video mesum yang direkam pada Juli 2018 itu pada M.

Namun, ada pihak lain yang mengetahui yakni teman satu kelas Ar yang kemudian mengambil file rekaman itu di ponsel Ar tanpa sepengetahuan pemiliknya.

“Kemudian video itu tersebar‎ di kalangan teman-temannya,” ujar Kapolres.

www.tribunnews.com

Loading...