loading...


Kondisi pesawat Karanganyar Air (dulu Lawu Air) di kompleks obyek wisata Edupark Karanganyar nampak sepi dan kurang terawat. Foto/ Wardoyo

 

KARANGANYAR- Hingga saat ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) ternyata belum sepenuhnya menyerahkan asset Edupark yang saat ini dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha.

Akibatnya, PUD Aneka Usaha tidak dapat mengembangkan lokasi wisata yang dimiliki oleh Pemkab Karanganyar tersebut.

Bahkan termasuk melakukan perawatan terhadap tiga pesawat di lokasi taman wisata Eduparak yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Pesawat itulah yang pengadaannya menjadi lahan korupsi dan sudah membui 3 mantan pejabat serta 5 orang rekanan yang saat ini menjadi tersangka.

Baca Juga :  Hasil Tes CAT CPNS Karanganyar. Skor TKP Jeblok, Ribuan Peserta CAT CPNS Karanganyar Rontok

Pantauan di lapangan Kamis (8/11/2018) dari tiga pesawat yang ada, yakni dua helicopter serta satu pesawat Boeing yang berada di lokasi, semuanya terlihat sangat tidak terawat.

Cat pesawat  mulai pudar, bahkan kaca helikopter terlihat pecah.

“ Salah satu kendala untuk mengembangkan dan melakukan perawatan, karena asset yang kita kelola ini, masih milik PUPR dan belum diserahkan kapada PUD Aneka Usaha,” kata direktur utama PUD Aneka usaha yang baru Untung Sriyanto, Kamis (08/11/2018).

Menurut Untung, belum diserahkannya asset ini, karena terganjal Perda Investasi yang belum mengalami perubahan. Mengacu Perda Nomor 9 Tahun 2015 tentang PUD Aneka Usaha asset bisa diserahkan jika nilainya Rp15 miliar.

Baca Juga :  Bupati Minta Semua Desa Punya Inovasi dan Produk Unggulan 

Sementara saat ini total asset telah mencapai Rp 21 miliar. Untuk itu, harus dilakukan perubahan Perda.

“ Persoalannya, kalau menunggu perubahan perda, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk itu, kami meminta kepada Pemkab dalam hal ini kepada PUPR untuk menyerahkan sebagian asset tersebut yang nilainya dibawah lima belas miliar rupiah. Dalam waktu dekat, kami akan komunikasikan terlebih dahulu dengan dewan pengawas,” ujarnya. Wardoyo

Baca Juga :  RSUD Karanganyar Raih Penghargaan Nasional Care Hospital

 

Loading...