loading...
Loading...
Tribunnews

MAGELANG – Kawasan Gunung Tidar di Kabupaten Magelang bakal disulap menjadi kawasan wisata yang indah.

Wacana pembentukan Kebun Raya itu diharapkan dapat terealisasi di tahun 2020-2021 mendatang.

Kepala Bappeda Kota Magelang, Joko Suparno, mengatakan, saat ini Gunung Tidar berstatus sebagai hutan kota dan dikelola oleh Pemerintah Kota Magelang.

Sementara dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan hutan menjadi kewenangan dari pemerintah pusat.
Pembentukan kawasan Gunung Tidar menjadi Kebun Raya ini sebagai upaya dari Pemerintah Kota Magelang untuk mempertahankan kawasan tersebut untuk tetap menjadi milik warga Kota Magelang.

“Status Gunung Tidar itu kan dulu hutan kota, sedangkan menurut UU 23/2014 tentang pemerintah daerah, menyebutkan bahwa hutan menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pembentukan kebun raya ini adalah untuk mempertahankan kawasan Gunung Tidar agar tak diambil alih pusat,” ujar Joko, Rabu (7/11/2018) saat studi kelayakan lokasi Gunung Tidar oleh LIPI di Aula Bappeda Kota Magelang.
Baca: Festival Anak Sholeh Indonesia Kota Magelang Jadi Ajang Pendidikan Karakter untuk Anak

Baca Juga :  Pemprov Jateng Siapkan Hadiah Rp 1 Juta Bagi Santri Pelajar Yang Hafal 30 Juz. 211.000 Ustadz Ustadzah Juga Dijatah Insentif

Joko mengatakan, Pemerintah Kota Magelang melalui Bappeda terus melakukan pengkajian terkait rencana pembangunan Kebun Raya Gunung Tidar ini. Kajian ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu.

Baru pada awal tahun 2018 ini, Pemkot Magelang mendatangi LIPI dan melakukan studi banding ke Boyolali untuk merealisasikan rencana yang telah ada sejak lama tersebut.
“Rencana ini sebenarnya sudah lama kami rencanakan. Kami sudah melakukan kajian panjang terkait kebun raya ini, hingga berkunjung ke LIPI dan studi banding ke daerah. Baru awal bulan November ini LIPI bisa datang untuk melakukan sosialisasi tahap awal,” jelasnya. #tribunnews

Loading...