loading...
Loading...
Unisri.ac.id

SOLO- Informasi adalah komoditas yang dapat dikelola untuk mendapatkan nilai tambah bagi pengelolanya, sehingga mahasiswa diharapkan mengakses informasi yang bermanfaat, apalagi untuk mendapatkan informasi diperlukan biaya. Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementrian Komunikasi dan Informatika, Gun Gun Siswadi dalam Talkshow berthema Menjadi Pemilih Cerdas, Jumat (9/11/2018), di Auditorium Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta.

Ditambahkan Siswadi, sebagai kebutuhan hidup,  informasi harus dikelola secara baik, agar tidak menjadi kontraproduktif dengan aktivitas sehari-hari, seperti menimbulkan saling curiga, dan was-was di masyarakat, hingga menjadi terganggunya rasa kesatuan dan persatuan bangsa. Apalagi menghadapi pemilu, informasi hoax akan semakin merebak , sehingga informasi yang diperoleh harus dicermati dengan seksama, dan ini menjadi penting agar tidak terlibat dalam penyebaran inforfmasi yang mengandung kebohongan dengan sanksi 6 tahun hukuman penjara dan dendanya hingga 1 milyar rupiah.

Baca Juga :  Ibu Negara Iriana Jokowi Minta Doa Untuk Kelancaran Proses Persalinan Selvi Ananda dan Cucunya

“Untuk tiu, gadget bisa dimanfaatkan untuk  menyebarkan dan mendapatkan informasi yang bermanfaat, karena informasi sangat mahal. Hal iti tentu akan memberikan nilai tambah bagi pengelolanya sendiri, informasi adalah komuditas yang bisa dikelola oleh kita sehingga mendapatkan nilai tambah,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UNISRI Surakarta, Sutoyo mengatakan, pihaknya sebagai lembaga Perguruan Tinggi memiliki tanggungjawab untuk mengedukasi mahasiswa agar cerdas memilih informasi yang bermanfaat.

Baca Juga :  Jelang Kelahiran Cucu Presiden Jokowi, Didampingi Gibran dan Iriana Jokowi, Selvi Ananda Masuk RS PKU Muhammadiyah Solo Lewat Pintu Utara

“Namun masih banyak mahasiswa sebagai pemilih pemula  belum dapat memahami informasi secara utuh, padahal untuk menjadi pemilih cerdas dibutuhkan pemahaman informasi secara cerdas pula. Mahasiswa menurutnya harus menjadi pemilih cerdas plus, karena juga harus mampu mengedukasi pemilih di lingkungannya,” ujarnya.

Di sisi lain, talkshow dengan host Galih Ginanjar hasil kerjasama UNISRI Surakarta dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika serta Komisi Pemilihan Umum KPU Kota Surakarta, juga diisi penjelasan teknis sebagai Pemilih dan strateginya, oleh Komisioner Devisi Hukum KPU Surakarta Nurul Sutarti. Triawati PP

Loading...