loading...


SRAGEN– Tak ada yang menyangka, dua siswa MTSN 8 Sragen di Kalijambe, mampu menorehkan prestasi menjuarai kompetisi robotika nasional 2018 di Depok, Jawa Barat. Dicky Surya Atmaja (13) kelas VIII dan Haya Nur Fadhila (12) kelas VII, ternyata mampu membuktikan bahwa keterbatasan sarana dan sekolah ndesa bukan halangan untuk bisa berprestasi.

“Bangga Mas bisa jadi juara di nasional,” ujar Dicky didampingi Haya ditemui di sekolah, Sabtu (10/11/2018).

Keduanya sukses mengukir prestasi hebat dengan menjadi juara II nasional. Rancangan mesin ATM pembagi sembako bencana ciptaan mereka bahkan terpilih menjadi The Best Technology dalam ajang nasional itu.

Dicky yang anak penjual nasi goreng di Desa Trobayan Kalijambe itu menguraikan ide merancang mesin ATM pembagi sembako itu muncul dari tayangan tivi saat ricuh pembagian bantuan untuk korban gempa Palu beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Terungkap, Sejumlah Pejabat Sragen Disebut Ikut Terima Aliran Kasda Hingga Ratusan Juta. Nama Eny Widyastuti Terima Rp 1,6 M Dari Bupati

Ia miris melihat pembagian bantuan yang dorong-dorongan, hingga terjadi penjarahan lantaran bantuan tak tersalur merata.

Dari situlah, terbersit ide untuk membuat mesin ATM sembako yang lebih praktis dan minim risiko. Pemerintah hanya perlu menyediakan kartu chip kepada warga korban bencana dan semua bantuan sembako tinggal diisikan ke dalam mesin ATM.

“Nanti warga tinggal menempelkan kartu chip ke bagian sembako yang ia inginkan. Kalau ke mi instan ya ditempelkan maka akan keluar mi instan. Kalau air mineral ya akan keluar air mineralnya. Dengan alat kami ini tidak akan terjadi kericuhan atau dorong-dorongan. Bantuan bisa merata karena nggak ada yang bisa mengambil berulang,” terang Haya memberikan paparan.

Baca Juga :  Dana BKK Cor Jalan Diduga Bocor Jutaan Rupiah, Warga Sepat Masaran Demo Bawa Spanduk Tengkorak 

Dicky mengaku inovasi ATM sembako itu dirancang dan dibuat hanya dalam 3 minggu. Peralatannya dibeli dari toko online dan dirakit dengan bimbingan guru serta Kasek.

Mereka sangat berharap teknologi yang mereka ciptakan bisa memberi kemanfaatan untuk korban bencana. Sehingga ke depannya bisa meminimalisir ekses kericuhan dan dampak negatif lainnya saat penyaluran bantuan sembako untuk korban bencana.

Kepala MTsN 8 Sragen, Muawanatul Badriyah mengaku terharu dengan keberhasilan dua anak didiknya itu. Sebab prestasi itu merupakan rekor sejarah bagi dunia MTSN di Sragen yang mampu meraih prestasi juara nasional.

Ia juga mengapresiasi semangat besar dua anak didiknya itu yang tak minder sekalipun berangkat dari kondisi sekolahan di desa yang minim prasarana.

Baca Juga :  Kasie Pidsus dan Datun Kejari Sragen Dimutasi ke Klaten dan Kejagung. Kasie Pidsus Akui Banyak Terkesan 

“Ini membuktikan bahwa keterbatasan dan sekolah di ndesa pun bisa berprestasi kalau punya tekad untuk maju. Harapan kami prestasi ini tidak lantas membuat anak-anak berpuas diri

Kami terus mendorong agar muncul prestasi yang lebih lagi dan bisa memotivasi siswa lain untuk meraih prestasi seperti Dicky dan Haya,” tukasnya. Wardoyo

Loading...