JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

6 Orang Sudah Jadi Korban, Kabupaten Sukoharjo Giat Lakukan OTT

tribunnews

SUKOHARJO – Setidaknya sudah ada enam orang yang menjadi korban tewas, sehingga kegiatan OTT kembali digalakkan di Kabupaten Sukoharjo.

Namun OTT di sini bukanlah Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melainkan Operasi Tangkap Tawon.

Pasalnya, kasus sengatan tawon di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah sudah cukup meresahkan masyarakat. Dari data Tim Pemadam Kebakaran Sukoharjo, setidaknya sudah ada enam orang tewas akibat disengat tawon.

Untuk mencegah timbulnya korban kembali,  petugas pemadam kebakaran dari Damkar Kabupaten Sukoharjo giat menggelar OTT tersebut.

Keberadaan sarang tawon di rumah warga dianggap cukup meresahkan. Bahkan baru-baru ini seorang warga di Kecamatan Baki tewas tersengat tawon.

OTT yang dilakukan pada Minggu (16/12/2019) dilakukan di empat titik rumah warga di Desa Pengkol, Celep, Telukan, dan Grogol, Manang, Mojolaban.

Menurut Kabid Damkar Sukoharjo, Margono, saat ditemui TribunSolo.com di kantornya, Senin (17/12/2018), pengusiran sarang tawon dengan cara disemprot menggunakan air yang deterjen.

Baca Juga :  Terus Naik Lur, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Mencapai 620, Pasien Meninggal Sudah 31 Orang

“Penggunaan air deterjen ini karena kalau tawon terkena maka dia tidak akan bisa terbang dan lama-lama mati,” kata Margono.

Margono mengungkapkan metode yang digunakan di masing-masing wilayah berbeda, namun air deterjen ini merupakan metode yang cukup efektif dan murah sehingga dipilih oleh Damkar Sukoharjo.

Selain itu, penggunaan alat pengamanan yang memadai juga sangat diperluhkan saat OTT ini, mengingat tawon gung bisa membahayakan nyawa manusia.

“Sebelum OTT kami menseterilkan dulu kawasan OTT, supaya tidak ada warga yang diserang tawon,” kata Margono.

Margono menambahkan, pihaknya akan terus melakukan OTT seiring laporan yang masuk dari masyarakat.

Adapun hingga pertengahan Desember 2018 ini pihaknya sudah melakukan pengusiran di 254 titik.

Pengalaman Warga

Eksekusi pengusiran tawon gung oleh Damkar pun diapresiasi oleh seorang warga di Desa Celep, Nguter, Sukoharjo.

“Pertama tidak tau jika ada sarang tawon di sini, karena tempatnya cukup tersembunyi,” kata Tutik sembari menunjuk bagian rumahnya yang jadi sarang tawon gung.

Baca Juga :  COVID-19 Sukoharjo, Terkini Pasien Meninggal Tambah 4 Menjadi 28 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 12 di Angka 578

Tapi Tutik mulai curiga ketika melihat banyak tawon di sekitar rumahnya.

Ia pun memanggil ketua RT untuk diteruskan lewat laporan ke pihak Damkar.

“Ini kan menjelang liburan, banyak anak-anak yang bermain di sekitar sini, jadi untuk antisipasi juga,” ungkap Tutik.

Sementara itu, Kepala Desa Dusun 1 Celep, Kuswanto mengungkapkan jika kejadian ini merupakan kali kedua yang terjadi di wilayahnya.

“Tahun lalu sempat ada juga, lalu tahun ini ada lagi, Allhamdulilah tidak sampai ada korban” ujar Kuswanto.

Damkar Sukoharjo mencatat, sepanjang tahun 2018 sudah ada puluhan kasus serangan tawon gung di Kota Makmur.Bahkan 6 orang tewas akibat sengatan tawon dan puluhan warga lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Termasuk satu orang petugas Damkar Sukoharjo yang tengah melakukan OTT.

Lebih lanjut, Margono mengimbau agar warga tidak melakukan pengusiran sarang tawon sendiri tanpa metode dan pengamanan yang memadai. 

www.tribunnews.com