JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Acara Tahun Baru di Wonogiri, Gelar Pesta Rakyat 3 Hari 3 Malam

Salah satu aksi Kotex freestyler di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri. Foto diambil sebelum pandemi COVID-19
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Salah satu aksi freestyler Kotex di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.

WONOGIRI-Pemkab Wonogiri menyiapkan hiburan spektakuler pada malam pergantuan tahun 2019. Acara dipusatkan di Alun-alun Giri Krida Bakti selama tiga hari tiga malam.

Melibatkan pihak ketiga, menurut rencana Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) bakal menggelar pesta rakyat selama tiga hari tiga malam itu.

“Prediksi kami dengan penyelenggara (pihak ketiga) malam tahun baru 2019 nanti akan jauh lebih meriah ketimbang suasana yang sama setahun lalu,” ungkap Kepala Disparpora Wonogiri Sentot Sujarwoko, Senin (17/12/2018).

Malam hiburan menjelang tahun baru terang dia, dimulai 29 Desember yang menghadirkan nuansa tradisional dengan menyelenggarakan konser gamelan disusul dengan pentas tari-tarian dari anggota Sanggar Condro Manik Wonogiri. Diakhiri dengan panggung hiburan penyanyi Didi Kempot.

Baca Juga :  Kapan Car Free Day atau Car Free Sunday Wonogiri Dibuka Kembali? Simak Penjelasan Pemkab Berikut ini,Kuy

Malam kedua 30 Desember, lanjutnya, ada parade band yang untuk sementara ini akan diikuti empat sekolah serta tiga band dari umum. Di sela hingar bingar musik pihaknya menggelar demo mural dan festival skateboard.

“Hari terakhir 31 Desember panggung terbuka di Alun-alun GKB   menampilkan dua group band terkemuka dari Solo dan Yogya dilanjutkan dengan pesta kembang api menjelang pukul 00.00,” papar dia.

Baca Juga :  Bantuan Uang Misterius 700 Ribu Perbulan Dengan Syarat Fotokopi KTP dan Pasfoto, Ditawarkan Kepada Warga Desa Sendang Kecamatan Wonogiri, Akhirnya Hal ini yang Terjadi

Menandai pergantian tahun baru 2019 Bupati Wonogiri Joko Sotopo menurut rencana meresmikan patung Proklamator Soekarno yang dibangun di Jalan Pemuda Wonogiri tepatnya di monumen Parasamya Purna Karya Nugraha.

Idealnya, sebut dia, kawasan alun-alun nanti harus bebas kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat sehingga tidak mengganggu para pejalan kaki maupun warga yang akan melihat hiburan. Aris Arianto