JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Angin Ribut Porak-porandakan Sukodono Sragen. Kantor Kecamatan dan 2 Rumah Rusak, Banyak Pohon Bertumbangan

Aparat Polsek Sukodono bersama warga membantu mendirikan papan petunjuk arah yang ambruk diterjang angin, Selasa(18/12/2018). Foto/Wardoyo
Aparat Polsek Sukodono bersama warga membantu mendirikan papan petunjuk arah yang ambruk diterjang angin, Selasa(18/12/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Musibah angin ribut menerjang wilayah Sukodono, Selasa (18/12/2018) petang. Dua rumah rusak parah dan sejumlah pohon tumbang akibat terjangan angin berkecepatan tinggi tersebut.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sukodono  AKP Bambang Erwadi mengungkapkan,bencana angin ribut di sertai hujan deras ini terjadi sore hari pukul 17.00 WIB. Terjangan angin membuat  dua buah rumah yakni rumah tinggal dan rumah kios bengkel sepeda motor rusak tertimpa pohon jati dan beringin yang tumbang diterjang angin.

Baca Juga :  712 Spanduk Dinilai Berpotensi Langgar PKPU, Bawaslu Sragen Akan Undang Beberapa Instansi Untuk Rapat Menyamakan Persepsi. Sekda Tegaskan Spanduk Yuni-Dedy Tak Perlu Dicopot!

Lantas angin juga menumbangkan sebuah papan baliho petunjuk arah di Desa Karanganom. Bencana angin ribut itu juga telah merusak plafon bangunan kantor kecamatan Sukodono.

“Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Akibat  bencana alam ini, dua rumah warga dan Kantor kecamatan Sukodono mengalami kerusakan,” paparnya Selasa (18/12/2018).

Kapolsek menyatakan hingga kini masih melakukan pendataan dan pembenahan fasilitas umum. Papan baliho petunjuk arah yang rusak akibat terjangan angin itu langsung dibenahi bersama warga.

Baca Juga :  Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus Hadimulyo di Gemolong Adalah Penumpang Asal Gondangrejo Karanganyar. Bernama Janatin, Duduknya di Belakang Sopir

Kapolsek juga mengimbau agar warga tak perlu panik, namun senantiasa waspada saat bencana menerjang.

“ Tak perlu panik, namun tetap berhati hati bila ada bencana alam susulan. Jangan sampai saat bencana alam terjadi. Karena panik kita justru melupakan keselamatan pribadi dan menjadi korban, “ ujarnya. Wardoyo