loading...
Loading...
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA – Body shaming atau perlakuan mengejek bentuk fisik seseorang, dipercaya bisa mempengaruhi rasa percaya diri pada anak.

Anak atau remaja yang menjadi korban body shaming akan rentan tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah.

Selain itu, body shaming akan mempengaruhi bagaimana anak melihat dan berperilaku dalam lingkungan sosialnya di masa mendatang.

Tapi, dampak buruk tersebut  dapat dicegah sejak dini. Salah satunya dengan kebiasaan menjalin komunikasi intim dengan anak, yang bisa membantu anak terhindar dari perasaan terpuruk ketika mengalami body shaming.

Lewat komunikasi, orang tua bisa menanamkan berbagai nilai kepada anak. Salah satunya, tentang kualitas diri manusia yang tidak hanya sebatas fisik.

“Sejak dini, beri pujian yang tidak hanya sebatas fisik pula. Misalnya anak berhasil makan sendiri dengan sendok, perlu dipuji dan dimotivasi,'” ujar psikolog anak dan remaja, Saskhya Aulia Prima.

Orang tua juga dianjurkan menanamkan nilai keberagaman pada anak, bahwa setiap orang punya ciri fisik yang berbeda-beda. Terakhir, orang tua perlu menjelaskan pada anak untuk menyaring berbagai komentar yang muncul di media sosial.

“Karena semua orang bisa berpendapat dan kita tidak tahu kapan munculnya komentar negatif. Orang tua juga bisa sekaligus menanamkan empati pada anak bahwa cara mengomentari orang lain juga harus diperhatikan. Karena penerimaan setiap orang berbeda-beda. Jangan sampai menyakiti hati orang lain,” pungkasnya. #tempo.co


Loading...