loading...
Loading...
Sekda Suharno (kiri) menandatangani berkas penyerahan laporan bulan dana PMI Wonogiri.

WONOGIRI-Bulan Dana PMI Cabang Wonogiri 2018 resmi ditutup di Ruang Kahyangan Pemkab Wonogiri, Jumat (14/12/2018).

Penutupan acara ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada tiga besar kecamatan yang berhasil mengumbulkan dana sumbangan PMI terbanyak.

Ketua PMI Cabang Wonogiri dr Dwi Handoyo melaporkan, hasil pengumpulan bulan dana tahun ini Rp 728.992.240. Selama pelaksaan pihaknya mengeluarkan biaya operasional Rp 46,1 juta.

“Sehingga pendapatan bersih ada Rp 682,89 juta lebih,” tutur dia.

Sementara Sekda Suharno, berujar, kemajuan teknologi khususnya industri alat komunikasi ponsel berdampak kurangnya kepedulian dengan sesama. Ibaratnya, kata Sekda, mendekatkan orang yang jauh tapi juga menjauhkan orang-orang yang sebenarnya ada di sampingnya karena mereka sibuk dengan ponselnya sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Wajib Tahu. Ternyata Tidak Hanya Prajurit TNI yang Wajib Bebas Narkoba, Sampai Anak Istrinya Mesti Turut Waspada

Budaya luhur kerja bakti atau gotong royong mengangkat nilai-nilai kebersamaan belakangan dinilai sudah mulai luntur. Yang terjadi sekarang, banyak masyarakat egois dan tidak hirau akan penderitaan yang menimpa orang lain.

“Susah yen kancane seneng, seneng yen kancane susah (sedih kalau kawannya senang, senang kalau kawannya sedih),” ujar dia.

Lewat kesempatan ini, Sekda Wonogiri mengajak budaya gotong-royong atau toleransi ditumbuhkan lagi kendati zaman modern. Pihaknya sempat mengapresiasi PMI Cabang Wonogiri dimana salah seorang pengurusnya, Warjo, terpilih menjadi instruktur tingkat nasional menyusul penanganan bencana gempa di Palu dan Donggala beberapa waktu lalu. Aris Arianto

Loading...