JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Curhat Camat Kerjo Karanganyar Soal Minimnya Sarana Untuk Evakuasi Bencana. Banyak Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

Ilustrasi evakuasi pohon tumbang. Foto/Wardoyo
Ilustrasi evakuasi pohon tumbang. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Rangkaian kegiatan sholat berjama’ah Pemkab Karanganyar kali ini datangi Masjid Makawi Dusun Tepus Desa Tamansari Kecamatan Kerjo, Kamis (29/11/2018). Dalam kesempatan itu, Camat Kerjo, Wahyu Widiyanto menyampaikan beberapa kondisi yang terjadi di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Wahyu menyampaikan bahwa kondisi saat ini di Kecamatan Kerjo sangat kondusif meskipun akan menghadapi pilkades di 10 desa.

Ia juga melaporkan bahwa 10 hari yang lalu Kecamatan Kerjo dilanda musibah pohon tumbang dan beberapa rumah rusak diterjang hujan angin. Banyak relawan dari masyarakat dibantu polsek dan koramil untuk evakuasi bencana.

Baca Juga :  Pak RT Buran Yang Positif Covid-19 Diketahui Bekerja di Pabrik Kebakkramat. Keluarga Sempat Minta Hasil Swab, Tapi Ditolak Pihak Rumah Sakit

Namun kurangnya sarana dan prasarana menjadi penghambat lambatnya proses evakuasi karena harus meminjam sarana prasarana yang digunakan untuk evakuasi.

“ Harapannya ada bantuan sarana dan prasarana guna evakuasi bencana dari pemerintah, sehingga proses evakuasi bisa cepat,” jelasnya.

Mewakili masyarakat Kecamatan Kerjo Wahyu, sampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar karena proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) sudah selasai terpasang semua.

“Sekarang Kecamatan Kerjo jadi terang jalannya, semoga bisa diperbanyak ditambah lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Hadiri Pengesahan Warga PSHT, Bupati Karanganyar Ingatkan Warga PSHT Jangan Mudah Diadu Domba!

Sementara Bupati Juliyatmono setelah menyerahkan bantuan sarana ibadah, dalam sambutannya mengingatkan untuk masyarakat agar terus meningkatkan ibadahnya supaya masjid – masjid di Karanganyar semuanya makmur karena warganya rajin beribadah ke masjid.

Mengingatkan perihal kematian, orang nomor satu di bumi Intan pari ingatkan bahwa kematian itu datangnya tiba-tiba tanpa mengenal waktu. Ibadah menjadi bekal paling berharga yang akan dibawa ketika mati. Melalui ibadah sholat, bisa untuk menyemangati hidup agar selalu taat kepada Allah SWT. Wardoyo