JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ini Jumlah Kasus HIV/AIDS di Wonogiri. 6 Ibu Hamil Ikut Terindikasi

Penandatanganan deklarasi peduli AIDS di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Penandatanganan deklarasi peduli AIDS di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.

WONOGIRI-Saat ini total kasus HIV/AIDS di Wonogiri mencapai 443 buah. Sebagian penderita telah meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri Adhi Dharma mengatakan hal itu saat menggelar talkshow peringatan Hari AIDS Sedunia, Sabtu (1/12/2018). Menurut dia Jawa Tengah saat ini menempati ranking 4 provinsi dengan kasus HIV/AIDS tertinggi. Yakni setelah Jakarta, Jawa Timur dan Papua.

Di Wonogiri total kasus ada 443 buah. Dari jumlah itu 312 penderita yang hidup, dan 131 penderita yang meninggal

Baca Juga :  Bikin Salut, Menjadi Relawan Penanganan COVID-19 Bisa Jadi Ladang Amal. Di Saat yang Lain Memandang Negatif dan Takut Justru Berbesar Hati dan Ikhlas Membantu

“Kami mengadakan sosialisasi maupun pemeriksaan salah satunya di Rutan Kelas II B Wonogiri maupun tempat hiburan. Di puskesmas-puskesmas telah dilakukan scanning guna mendeteksi bumil (ibu hamil),” jelas dia.

Untuk saat ini, menurut dia, ada enam kasus ibu hamil yang terindikasi terkena HIV/AIDS.

Wakil Bupati Edy Santosa, berujar, muncul laporan tentang AIDS di Wonogiri mulai 2002 sampai sekarang. Ini merupakan tugas dan tanggungjawab bersama untuk mengentaskan permasalahan tersebut.

Baca Juga :  Keren Coy, Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi di Wonogiri Melibatkan Difabel Hingga Warga Terdampak COVID-19

Namun perlu ditekankan, bahwa bagi para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) harus didampingi, jangan malah dijauhi bahkan dikucilkan.

“Penularan HIV/AIDS ini tidak melalui jabat tangan, duduk bersama ataupun yang lain. Kita wajib membentuk WPA (warga peduli AIDS) di tiap desa. Dengan dibentuknya WPA ini nanti dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang masalah HIV/AIDS. Sehingga kita dapat meminimalkan bahkan mencegah secara dini,” tandas dia. Aris Arianto