JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geger Jelang Pilkades Karanganyar. Seorang Pengusaha Digeruduk Sekelompok Orang dan Dihajar di Depan Anak Istri. Disebut Terkait Dukungan Calon

Tarman, pengusaha asal Gunung Kendil, Karang Turi, Gondangrejo saat menunjukkan bukti foto wajahnya yang lebam sesaat setelah dipukuli ketika rumahnya digeruduk sekelompok orang tak dikenal. Foto/Wardoyo
Tarman, pengusaha asal Gunung Kendil, Karang Turi, Gondangrejo saat menunjukkan bukti foto wajahnya yang lebam sesaat setelah dipukuli ketika rumahnya digeruduk sekelompok orang tak dikenal. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Situasi menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Karanganyar mulai memanas. Seorang pengusaha asal Dukuh Gunung Kendil RT 2/1, Desa Karang Turi, Gondangrejo, Tarman alias Gondrong (45) mengaku didatangi oleh sekelompok orang dan kemudian dipukuli secara membabi buta di depan rumahnya.

Kabar yang berkembang, insiden kekerasan itu disebut terkait dengan dukung mendukung calon di Pilkades. Ironisnya lagi, Tarman dipukuli di depan anak istrinya sehingga situasi sempat mencekam.

Kejadian itu sebenarnya sudah berlangsung sebulan silam namun baru belakangan mencuat ke permukaan. Hal itu tak lepas dari kekecewaan korban yang sudah melapor ke Polsek setempat namun merasa tak puas atas penerapan pasal terhadap pelaku.

Dari penuturan Tarman, kejadian pengeroyokan itu dialaminya pada 18 November sekira pukul 23.30 WIB. Ceritanya, malam itu ia yang tengah tidur di rumah, mendadak terusik oleh suara pintu gerbang digedor-gedor dengan keras.

“Awalnya istri saya yang bangun menemui mereka, katanya saya suruh keluar. Lalu saya keluar,  saya sapa ada masalah apa to Mas. Tiba-tiba orang itu langsung memukul saya duarr kena wajah. Lalu datang lagi beberapa orang temannya. Tangan saya dicepit sama tiang lampu sampai ambruk dan kabelnya putus sehingga lampu depan mati. Cepitan itu membuat tangan saya terluka,” ujarnya didampingi sang istri, Sarinem (39) Selasa (25/12/2018).

Saat lampu depan rumah mati, Tarman merasakan ada beberapa orang ikut memukulinya. Karena kalah jumlah, ia hanya bisa pasrah.

Dalam kegelapan, pengusaha itu merasakan dipukuli empat kali lebih di depan pintu gerbang rumahnya. Setelah puas memukuli, mereka kemudian kabur.

“Seingat saya ada sekitar 10an orang yang menggeruduk malam itu. Tapi yang saya kenal hanya satu dua. Yang mukuli saya awalnya inisialnya GIY, tetangga dukuh dan masih satu desa sini. Saya nggak tahu masalahnya apa. Namun saat menekuk tangan saya, dia bilang saya disumpah nek dadi kadere Mulyani kowe dipateni danyange kene. Dia juga bilang kon nglaporke polisi sak Karanganyar aku ora wedi,” katanya.

Baca Juga :  Kelewat Ugal-Ugalan, Cewek ABG Anggota Perguruan Silat di Karanganyar Ditilang Polisi. Sudah Gleyer-Gleyer Mobil Hingga Nyaris Tabrak Mobil Patwal, Ternyata STNK Diblokir dan Tak Punya SIM

Setelah pelaku kabur, beberapa menit kemudian, anak sulung Tarman Ririn Abdul Alif (22) yang ditelepun adiknya, tiba di rumah. Melihat bapaknya dipukuli, Ririn mengaku tak terima. Saat bersamaan datang tim patroli Polsek dan dia mengaku diminta untuk mencari dan mengajak pelaku ke rumahnya.

“Tapi saat saya datangi GIY, saya malah ditendang,” kata Ririn.

Tarman saat memeragakan tanganbya dicepit ke tiang lampu. Foto/Wardoyo

Tarman menambahkan akibat dipukuli itu, ia mengalami luka memar di wajah, pipi kiri, tangan kiri dan kepala belakang benjol-benjol.

Tak lama berselang dari kejadian, datang tim patroli Polsek yang kemudian memintanya melakukan visum dan melapor ke Polsek. Tarman juga mengaku sempat tiga hari dirawat di rumah sakit TNI DKT Solo akibat kejadian itu.

Tarman berharap hukum ditegakkan dan para pelaku yang mengeroyoknya bisa diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun ia juga agak mempertanyakan ketika Polsek hanya menerapkan pasal penganiayaan atau 351 KUHP, bukan pengeroyokan atau 170 KUHP seperti laporannya.

“Padahal saya tahu sendiri suami saya dipukuli lebih dari satu orang. Kalau nggak salah ada 10an. Sampai sekarang kami masih trauma, anak-anak saya yang masih kecil malam kejadian itu juga ikut menyaksikan dan histeris lihat bapaknya dipukuli. Kami hanya minta keadilan. Semua pelakunya diproses sesuai hukum, nggak cuma satu orang saja. Kami juga sempat didatangi anggota diminta mencabut laporan karena anak saya (Ririn) juga bisa dijadikan tersangka karena nendang GIY. Padahal anak saya itu korban tapi kenapa juga malah akan dijadikan tersangka. Sampai sebulan lebih pelakunya juga masih berkeliaran nggak segera ditahan,” imbuh Sarinem, istri Tarman.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kapolsek Gondangrejo AKP Riyanto mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi menyampaikan pihaknya sudah merespon dan menindaklanjuti laporan itu sesuai mekanisme dan SOP yang berlaku. Menurutnya, sejak dilaporkan ke Polsek, SPDP dan SP2HP juga selalu disampaikan.

Baca Juga :  PD Muhammadiyah Karanganyar Mendadak Sosialisasi ke Ribuan Guru di Semua Sekolah Muhammadiyah. Dari Aturan Jadi Kasek, Sertifikasi dan Lainnya, Ini Tujuannya!

Namun untuk penerapan pasal, berdasarkan keterangan saksi-saksi, memang menyimpulkan bahwa pelaku pemukulan terhadap Tarman hanya satu yakni inisial GIY. Sedangkan teman-temannya yang datang, tak terbukti melakukan pemukulan tapi berusaha melerai.

“Yang perlu diketahui bahwa dari saksi-saksi yang kami mintai keterangan, termasuk istri dan anak korban semuanya nggak ada yang bilang menguatkan kalau dikeroyok. Waktu kami panggil untuk di-BAP saksi-saksi itu malah nggak mau datang. Apakah kami harus memaksakan pasal pengeroyokan ketika memang alat bukti dan keterangan saksi-saksi ternyata hanya satu orang pelakunya,” kata Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Aiptu Wayan.

AKP Riyanto juga menguraikan penerapan pasal 351 dan gelar perkara kasus itu, bahkan dilakukan di Polres dengan dipimpin langsung Kasat Reskrim bersama jajaran lain seperti Kasiwas, Kasubag Hukum dan satuan terkait lainnya di Polres.

Sehingga ia menggaransi jika kepolisian tak main-main dan memproses penanganan kasus itu secara prosedural. Ia juga ingin meluruskan bahwa dalam kasus ini, terlapor GIY yang sudah ditetapkan tersangka, juga melaporkan balik Ririn, anaknya Tarman. GIY melaporkan Ririn karena menendang GIY dan motornya.

Menurut Kapolsek, laporan GIY saat ini ditangani oleh Satrekrim Polres agar tidak ada conflict of interest dalam penanganan kasus tersebut.

“Dan itu saksi-saksi dari GIY malah kuat, bahwa malam itu setelah bapaknya dipukuli, Ririn mendatangi GIY dan menendang tiga kali ke arah GIY dan motornya hingga ada yang rusak. Dan itu ada jeda waktunya serta TKP sudah berbeda. Kalau soal mediasi, kami sebenarnya hanya mengimbau saja, tidak memaksa. Karena sama-sama saling melapor,” terangnya. Wardoyo