JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Geger Penemuan Mayat di Tengah Kebun. Sudah Membusuk dan Bau Menyengat

Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP dan evakuasi korban. Foto/Humas Polda
Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP dan evakuasi korban. Foto/Humas Polda

REMBANG- Warga Karangmoncol, Purbalingga digemparkan dengan temuan mayat laki-laki. Mayat itu ditemukan telungkup di semak-semak tengah kebun dalam kondisi sudah membusuk dan menyengat.

Kapolsek Rembang Iptu Sunarto mengatakan mayat laki-laki pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Tarsono (60) warga setempat Jumat (30/11/2018). Saat itu, saksi hendak pergi ke kebun melihat tubuh seorang laki-laki tergeletak dalam keadaan tertelungkup.

Saksi kemudian meminta tolong warga sekitar untuk memastikan kondisinya. Diketahui saat ditemukan kondisinya sudah meninggal dunia. Mendapati hal itu, selanjutnya warga melapor ke pemerintahan desa dan polsek.

Baca Juga :  Kisah Trenyuh Penjual Kembang Tahu Dimyati. Usai Ditipu Bandit, Kini Daganganya Mendadak Laris Manis Selalu Diburu Setelah Diundang Kapolres Kebumen

“Anggota polsek yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya bersama dokter Puskesmas Rembanc melakukan pemeriksaan jenazah korban,” kata kapolsek seperti dilansir Tribratanews.polda.jateng.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda penganiayaan. Berdasarkan keterangan dr Dika Satyanegara dari Puskesmas Rembang, diperkirakan korban meninggal dunia sudah dua hari sebelum ditemukan. Diduga penyebab korban meninggal akibat sakit yang dideritanya.

Kapolsek menambahkan identitas korban sebelumnya tidak diketahui karena tidak ditemukan tanda pengenal apapun di tubuh korban. Identitas diketahui setelah ada keluarganya yang datang mengenali ciri-ciri korban.

Baca Juga :  Ganjar Tegaskan Tak Hanya Bagi-bagi Masker, Edukasi Protokol Kesehatan Harus Tetap Diutamakan

Korban diketahui bernama Suleman alias Bagol (43) warga Desa Rajawana RT 5 RW 1, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga. Berdasarkan keterangan keluarga, korban yang memiliki gangguan kejiwaan sudah meninggalkan rumah selama tiga hari.

Setelah dipastikan identitasnya, kemudian jenazah korban dievakuasi dari kebun dan dibawa ke rumah duka. Sesampainya di rumah duka, Kanit Binmas Aiptu Warsono menyerahkan jenazah koran kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo