JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jadi Polemik, Aktivitas Perombakan Lapangan SMPN 2 Sidoharjo Akhirnya Dihentikan. Kasek Sebut Sudah Selesai, Kadinas Tegaskan Lapangan Sekolah Tak Boleh Dijual!  

Potret SMPN 2 Sidoharjo. Foto/Wardoyo
Potret SMPN 2 Sidoharjo. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Polemik dugaan komersialisasi lapangan SMPN 2 Sidoharjo untuk dirombak menjadi sawah, akhirnya mendapati titik terang. Pihak sekolah memastikan sudah menghentikan semua aktivitas di lapangan dan menegaskan tak ada penjualan lapangan.

Hal itu disampaikan Kepala SMPN 2 Sidoharjo, Indriyani Palayaswati saat memberikan klarifikasi di hadapan wartawan, Selasa (18/12/2018). Didampingi Wakasek Supri dan perwakilan Komite Supardi, Indriyani menyampaikan bahwa sebenarnya tidak ada perombakan lapangan untuk sawah dan penjualan.

“Lapangan itu sudah lama tidak berfungsi. Banyak ditumbuhi rumput tinggi dan berduri. Kalau hujan deras seperti rawa dan digenangi air. Kalau digunakan untuk olahraga takutnya anak-anak malah cedera. Rencana kami akan kami tata, karena SMPN 2 Sidoharjo itu sudah jadi sekolah adiwiyata nasional dan tahun depan menuju adiwiyata mandiri,” paparnya.

Baca Juga :  Sopir Ugal-Ugalan, Bus Sugeng Rahayu Gasak Bus Mira dan Pemotor di Ngawi. Pemotor Sampai Tergencet di Tengah-Tengah

Indriyani mengatakan untuk menata lapangan itu butuh biaya besar. Karena sekolah kesulitan, sedianya lapangan dikelolakan dengan menggandeng orang luar (warga).

Advertisement

Saat ditanya keresahan warga dan tokoh masyarakat karena melihat lapangan dibajak dan penyewanya bilang akan ditanami padi, Indriyani menampik. Pun dengan sumur sibel dan kolam yang dikeruk cukup dalam di sisi utara lapangan, menurutnya itu dibuat untuk peresapan.

Ia balik menyergah dan mengatakan bahwa saat ini persoalan lapangan sudah selesai dan pihaknya fokus menata sekolah untuk menghadapi Adiwiyata Mandiri 2019.

Namun ia mengakui memang ada kekeliruan terkait wacana soal lapangan. Yakni tidak menyampaikan atau menyosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Bikin Bangga Sragen, Sebelum Juara di Denmark, Tim Thomas Cup Indonesia Ternyata Sering Latihan di GOR Billy Beras Masaran

“Semua karena ketidaktahuan saya. Tapi sekarang sudah selesai, kami fokus untuk meningkatkan prestasi sekolah di 2019,” tukasnya.

Perwakilan Komite, Supardi menyampaikan masyarakat memang tidak mengetahui karena tak ada sosialisasi. Ia berharap insiden itu menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk mengedepankan koordinasi dan komunikasi agar tak terjadi salah persepsi.

“Kami berharap lapangan itu juga banyak dimanfaatkan warga dan anak-anak sekitar, harus dipertahankan. Kalau perlu ditata lebih baik. Kami berharap ke depan semakin baik,” ungkapnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua