loading...
Loading...
Triawati

SOLO- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta membuka Kios Mirunggan Gotong Royong di Pasar Gedhe. Kios yang dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB setiap harinya itu menjual barang-barang kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Walikota Surakarta selaku Ketua TPID Solo, FX Hadi Rudyatmo meyakini keberadaan Kios Mirunggan merupakan salah satu upaya yang dilakukan TPID untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga kebutuhan pokok (Sembako). Di kios Mirunggan yang terletak di Pasar Gedhe bagian timur tersebut terlihat berbagai display barang sembako seperti gula pasir dengan harga Rp 10.500 per kilogram, telur ayam ras dengan harga Rp 22.500 per kilogram, beras C4 dengan harga Rp 50.000 per lima kilogram dan lainnya.

Baca Juga :  Pendidikan Suspa Radar A-23 Lanud Adi Soemarmo Resmi Ditutup

“Dengan adanya kios ini maka harga akan terjaga, dengan kata lain tidak mengalami naik turun mencegah terjadinya inflasi. Semua barang fipasok dari supliyernya seperti dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero, Pedaringan, dari peternak dan juga yang lainnya. Makanya namanya kios Mirunggan Gotong royong, Mirunggan itu dari kata mirah regine unggul kualitase (murah harganya unggul kualitasnya), ” urai Rudy di sela kegiatannya meresmikan Kios Mirunggan, Selasa (18/12/2018).

Baca Juga :  Cek Dampak Kebakaran TPA Putri Cempo, Gubernur Ganjar Minta Warga Ikut Siaga Asap

Rudy memastikan, keberadaan kios Mirunggan Gotong Royong ini tidak akan memengaruhi keberadaan para pedagang di pasar. Mengingat, jam operasional kios hanya dibatasi tiga jam saja. Yakni mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Nasi Sedekah Jumat Alias Nasehat Al Firdaus, Seribu Nasi Kotak untuk Para Pekerja Pasar dari Siswa Al Firdaus

“Kios ini kan hanya untuk pembeli yang bangun pagi, karena hanya buka mulai pukul 06.00 WIB saja. Jadi tidak akan berpengaruh pada pedagang,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, General manager PT PPI persero, Suyanto menjelaskan, semua komoditas yang dijual di kios Mirunggan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Ada selisih harga dengan harga di pasaran. Kalau mengenai pasokannya cukup terjaga dan menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...