JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jeritan Emak-emak Pengidap Kanker Payudara di Sragen dan Janji Prabowo-Sandi Benahi BPJS

Cawapres Sandiaga Uno saat mendengarkan curhatan seorang ibu penderita kanker payudara saat melakukan kunjungan ke Pasar Bunder Sragen, Minggu (30/12/2018). Foto/Wardoyo
Cawapres Sandiaga Uno saat mendengarkan curhatan seorang ibu penderita kanker payudara saat melakukan kunjungan ke Pasar Bunder Sragen, Minggu (30/12/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kunjungan sosialisasi yang dilakukan Cawapres nomor urut 2, Sandiaga Uno ke Pasar Bunder Sragen, Minggu (30/12/2018) siang, sukses menyedot perhatian seisi pasar. Namun kunjungan itu juga sempat menghadirkan momen haru.

Ya, saat Sandi-sapaan akrabnya- sibuk menyampaikan program-program unggulannya di hadapan ratusan pedagang dan warga, mendadak seorang perempuan berhijab menghampirinya.

Ibu itu kemudian memperkenalkan diri dengan nama Miswati asal Sragen. Di hadapan Sandi, ia mengaku hadir mewakili aspirasi wanita pengidap kanker payudara di Sragen yang merasa dirugikan akibat program BPJS.

“Saya salah satu pasien kanker payudara. Saya mewakili teman-teman yang harus merasakan ujian penyakit kanker payudara. Selama ini, kami warga tidak mampu dan menderita kanker payudara sangat sedih. Tidak dikover pemerintah obatnya. Obatnya tidak dikover BPJS. Saya minta Bang Sandi bisa membantu,” ujar ibu paruh baya berhijab biru itu dengan suara terbata-bata.

Mendengar penuturan emak-emak itu, Sandi mendadak berubah ekspresi. Ia langsung memberikan mikrofon di tangannya dan meminta Miswati menceritakan curhatnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Kecamatan Sidoharjo Terus Meningkat, Kapolsek Gerakkan Program Sidoharjo Bermasker. Izin Hajatan dan Keramaian Sementara Stop Dulu!

“Kebijakan obat tidak dikover BPJS itu sangat memberatkan warga miskin. Sebetulnya visa dikover, tapi harus ada penyebaran. Bagaimana mungkin, kita yang kena saja pingin sembuh kok ini syaratnya harus ada penyebaran. Saya terpaksa bicara karena saya tidak sanggup,” katanya.

Setelah mendengar curhatan Miswati, Sandi langsung menjawab singkat.

“Insya Allah, kalau Prabowo-Sandi terpilih di 2019, pelayanan BPJS akan dibenahi. Pelayanan tidak hanya masyarakat kalangan di atas. Yang tidak mampu semua harus terkover. Saya turut prihatin Buk,” ucap Sandi.

Seorang ibu pelaku usaha hasil bumi dan saprodi menyampaikan curhat ke Sandiaga Uno. Foto/Wardoyo

Tak hanya itu, menyusul kemudian seorang ibu muda bernama Siti Hulifah, juga menyampaikan curhatnya di hadapan Sandi. Warga Sragen Kota yang berprofesi sebagai pedagang hasil bumi itu mengaku selama beberapa tahun terakhir, omset usahanya menyediakan saprodi dan jualbeli hasil bumi, turun drastis.

Ia menyebut jika dulu omset bulanan bisa Rp 800 juta, saat ini anjlok hingga Rp 200 juta perbulan. Ia menuding hal itu tak lepas dari menurunnya daya beli petani akibat mahalnya saprodi dan murahnya komoditas pertanian saat panen akibat kebijakan impor.

Baca Juga :  Hilang Misterius, Penjual Pentol Goreng asal Tangen Sragen Diduga Bunuh Diri Terjun ke Sungai Bengawan Solo. Motor dan Helmnya Ditemukan di Atas Jembatan Sapen

“Penyebabnya obat mahal petani sekarang daya belinya turun. Panenannya nggak dihargai karena waktu panen malah ada impor. Saya sebagai pelaku pasar, sangat merasakan sekali,” kata Siti.

Menanggapi curhatan itu, Sandi mengatakan aspirasi dan keluhan itu sudajh dicatatnya semua. Ia kemudian membalas dengan jawaban nantinya jika terpilih, akan memastikan kebijakan pertanian dirubah total berpihak ke petani.

“Harga obat-obatan terjangkau, pupuk murah dan terdistribusi dengan baik. Dan kita akan setop impor saat petani sedang panen. Karena impor itu akan menyengsarakan petani,” tukasnya.

Sandi menutup sesi dialogis itu dengan janji sudah membuat kontrak komitmen dengan kalangan honorer untuk ditingkatkan kesejahteraan dan statusnya. Syaratnya jika memang dia dan Prabowo, terpilih pada Pilpres April 2019 mendatang. Wardoyo