JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Paus Fransiskus Tegaskan, Gereja Tertutup Bagi Imam, Biarawati LGBT

tempo.co

JAKARTA – Pemimpin umat Katolik tertinggi di dunia, Paus Fransiskus menegaskan, imam dan biarawati LGBT tidak diterima di gereja. Oleh karena itu,  mereka harus keluar dari pelayanannya.

Paus Fransiskus juga menegaskan tentang kewajiban selibat untuk semua imam dan biarawati. Penegasan disampaikan dalam buku barunya yang akan terbit pekan ini dalam beberapa bahasa, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (2/12/2018).

Dalam wawancara dengan imam Spanyol Fernando Prado tentang buku barunya itu, Paus Fransiskus menjelaskan tentang kekuatan panggilan, menjadi seorang imam atau biarawati pada saat ini.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Paus mengatakan dalam buku itu bahwa homoseksualitas di Gereja adalah sesuatu yang membuat dirinya khawatir.

“Pertanyaan tentang homoseksualitas adalah masalah yang sangat serius, orang-orang yang dipercaya dengan orang-orang yang dilatih untuk menjadi imam harus yakin bahwa para calon imam adalah orang yang telah dewasa dan matang secara emosional sebelum mereka dapat ditahbiskan,” kata Paus Fransiskus.

Hal ini juga berlaku untuk wanita yang ingin menjadi biarawati. Di Gereja Katolik, para imam dan biarawan semuanya mengucapkan sumpah selibat.

Gereja mengajarkan kecenderungan homoseksual tidak berdosa untuk dirinya sendiri, tetapi sebaliknya mengenai tindakan homoseksual. Dikatakan, tidak ada ruang untuk LGBT dalam kehidupan para imam dan biarawati.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umroh secara Bertahap. Jemaah Luar Negeri Diizinkan Datang Mulai 1 November 2020

Sehingga dia mendesak kaum homoseksual yang sudah menjadi imam atau biarawati untuk hidup selibat dan bertanggung jawab menghindari skandal.

Sebelumnya, mantan Duta besar Vatikan untuk Amerika Serikat Carlo Maria Vigano pada 26 Agustus lalu mengungkapkan kepada Paus dan pejabat Vatikan tentang jaringan homoseksual atau LGBT di dalam Vatikan yang anggotanya membantu mempromosikan karier mereka di Gereja.

www.tempo.co