BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di balik kesuksesan bisnis kuliner yang kini dikenal luas, tersimpan kisah perjuangan sekaligus kepedulian sosial yang menyentuh hati. Bakso Kumis Group kembali mencuri perhatian setelah menggelar santunan untuk 380 anak yatim dalam rangkaian acara Dzikir, Sholawat, dan Tausiyah Bersama Anak Yatim di Dusun Tlundan, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (27/6/2026).
Bukan sekadar acara keagamaan biasa, kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 jamaah itu berubah menjadi momentum penuh haru ketika ratusan anak yatim menerima santunan di tengah lantunan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, ratib, sholawat, dan tausiyah yang berlangsung khidmat.
Suasana penuh kehangatan terasa sejak awal acara. Tokoh agama, pemerintah daerah, anggota legislatif, relawan, hingga masyarakat dari berbagai wilayah hadir menyatu dalam satu tujuan, berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
Santunan diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Bakso Kumis Group kepada Ketua Panitia, H. Widodo, sebagai simbol sinergi antara dunia usaha, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim.
Yang membuat kisah ini semakin menarik, perjalanan Bakso Kumis Group ternyata berawal dari perjuangan sederhana. Usaha tersebut dirintis oleh H. Widodo pada tahun 1995 dengan berjualan bakso keliling. Berbekal kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, usaha kecil itu tumbuh menjadi jaringan bisnis kuliner yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Kesuksesan tersebut tidak membuat perusahaan melupakan asal-usulnya. Mereka memegang teguh prinsip hidup “jangan sampai seperti kacang lupa kulitnya”, sehingga sebagian rezeki yang diperoleh terus dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
Bagi Bakso Kumis Group, kegiatan berbagi telah menjadi budaya perusahaan yang terus dijaga. Kepedulian itu diwujudkan melalui beragam program kemanusiaan, mulai dari santunan anak yatim, peningkatan kesejahteraan karyawan, hingga pemberangkatan umrah bagi para pekerja sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan dedikasi mereka.
Dalam tausiyahnya, K.H. Aziz Muslim Idris mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim sebagai salah satu amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
“Memuliakan anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan menjadi salah satu jalan meraih keberkahan hidup,” ujar K.H. Aziz Muslim Idris.
Pesan tersebut seolah menjadi penguat semangat berbagi yang selama ini terus dipegang Bakso Kumis Group. Di tengah persaingan dunia usaha yang semakin ketat, perusahaan ini menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap sesama.
Kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa ketika dunia usaha, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, dampak positif yang dihasilkan mampu menjangkau lebih banyak orang.
Senyum bahagia yang terpancar dari wajah 380 anak yatim menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan harapan baru. Di balik setiap mangkuk bakso yang dinikmati pelanggan, ternyata tersimpan semangat berbagi yang terus hidup dan mengalir kepada masyarakat.
Perjalanan Bakso Kumis Group menjadi inspirasi bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang membesarkan usaha, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar. Dari gerobak bakso sederhana hingga menjadi usaha besar yang tetap gemar berbagi, kisah ini membuktikan bahwa kerja keras, rasa syukur, dan kepedulian dapat berjalan beriringan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















