JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pejabat Kemenpora Ini Nyungsep Dalam Jerat KPK Lantaran Disuap dengan Toyota Fortuner

ilustrasi/tempo.co
ilustrasi

JAKARTA – Suap berupa mobil Toyota Fortuner rupanya membuat  iman Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana ini goyah dan tergiur. Lantaran itulah, ia terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT)  oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini, Mulyana telah ditetapkan sebagai  salah satu tersangka kasus pemberian dana  hibah  kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Mulyana telah menerima satu  unit mobil Toyota Fortuner pada April 2018,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di kantornya, Rabu (19/12/ 2018).

Baca Juga :  Emak-emak Penggunting Bendera Merah Putih Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka, Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun atau Denda Rp500 Juta

Selain mobil, KPK menyangka pengurus KONI juga menyuap Mulyana dengan uang senilai Rp 100 juta dalam kartu ATM, uang Rp 300 juta dan 1 telepon seluler merek Samsung Galaxy Note 9. Selain Mulyana, KPK menduga pejabat pembuat komitmen di Kemenpora, Adhi Purnomo dan Staf Kemenpora Eko Triyanto turut menerima sekitar Rp 318 juta.

Menurut Saut, pengurus KONI memberikan uang tersebut terkait penerimaan dana hibah dari pemerintah yang diberikan melalui Kemenpora. KONI mengajukan proposal permohonan untuk mendapatkan dana hibah ke Kemenpora untuk tahun anggaran 2018. Kemenpora kemudian menyetujui memberikan dana hibah ke KONI sebanyak Rp 17,9 miliar.

Baca Juga :  Hasto: Penundaan Pilkada Hanya Akan Menimbulkan Ketidakpastian Baru

Namun, KPK menduga pengajuan dan penyaluran dana hibah tersebut hanya akal-akalan dan tidak berdasarkan kebutuhan yang sebenarnya. Sebab, sebelum proposal diajukan, sudah ada kesepakatan antara oknum di Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen yakni Rp 3,4 miliar.

www.tempo.co