JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ruang Percakapan “Nakal” MiChat Berujung Maut Bagi Sisca

Lelaki tewas di ukung celurit
ilustrasi / joglosemarnews

JAKARTA – Bermula dari ruang percakapan dalam MiChat, Siscva Icun Sulastri (34) kenal dengan Hidayat (24). Lalu terjalinlah kencan untuk bertemu.  Namun, itulah pertemuan pertama sekaligus terakhir bagi keduanya, karena Sisca menemui ajal usai berkencan di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan.

Minggu (16/12/2018) Sisca ditemukan tewas dalam kondisi tubuh telanjang, usai berkencan dengan Hidayat, yang oleh polisi sudah ditetapkan sebagi tersangka pembunuhnya.

Kapolsek Jakarta Selatan, Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan, Sisca tewas dalam perjumpaan pertama dengan Hidayat. Indra menyebut, Sisca dan Hidayat sebelumnya berkenalan via MiChat dan berkomunikasi hanya lewat aplikasi percakapan di telepon genggam Whatsapp.

Baca Juga :  Kakek dan Perempuan 22 Tahun Kepergok Berduaan di Kamar Hotel, Mengaku Saling Suka dan Begituan Seminggu Dua Kali

Saat ditelusuri, MiChat acap digunakan sebagai ruang untuk mengobrol virtual dengan topik perbincangan dewasa. Seorang pengguna MiChat, R, laki-laki 19 tahun asal Jakarta mengatakan, aplikasi itu sudah lazim digunakan untuk mencari teman kencan virtual.

“Ini memang untuk percakapan yang kadang-kadang ‘nakal’,” kata R melalui pesan pendek, Sabtu (22/12/2018).

Tempo lantas menjajal mengunggah aplikasi tersebut dengan ponsel Android. Setelah berhasil dan aktif, pengguna diberi pilihan untuk mencari teman berdasarkan lokasi ia tinggal.

Sejumlah pesan dari sesama pengguna pun segera berdatangan. Mereka umumnya melempar salam sapa, menanyakan alamat tinggal, jenis kelamin, dan meminta foto. Beberapa di antaranya langsung meminta janjian kencan. Ada pula yang langsung melempar foto diri.

Baca Juga :  Penderita Covid-19 Meningkat, Muhammadiyah Jateng Minta Pilkada Ditunda Demi Keselamatan Warga

Polisi menyebut, Hidayat memasang tarif kencan sebesar Rp 2 juta dalam aplikasi itu. Sisca dikabarkan setuju bakal membayar tarif itu hingga keduanya lalu bertemu pada 16 Desember tersebut.

Menurut polisi, tarif itu pula yang menjadi latar tewasnya Sisca. Polisi mengatakan Hidayat menuntut uang segera diberikan tapi Sisca Icun Sulastri menolaknya.

www.tempo.co