loading...
Loading...
Suwartono

WONOGIRI-Suwartono, Kepala Dinas Sosial Wonogiri, menyebutkan, jabatan sebagai ASN atau PNS adalah amanah.

“Dimanapun ditugaskan, harus siap. Apalagi jabatan itu adalah amanah atau kepercayaan untuk kita laksanakan dengan penuh tanggungjawab,“ ujar Suwartono sambil tersenyum, Rabu (12/12/2018).

Sedikit menceritakan perjalanan, pria yang kini berusia 58 tahun ini pernah beberapa tahun mengabdi di lingkungan Dinas Pendidikan (kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan). Sempat menjadi Kepala Bidang (Kabid) TK/SD, sempat pula sebagai Kabid SMP/SMA.

Selepas dari Dinas Pendidikan, Suwartono dipindahtugaskan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Tidak berselang lama, sudah menduduki kursi Staf Ahli Bupati, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Kepala Dinas Sosial sampai saat ini.

Baca Juga :  Terungkap, Begini Ternyata Cara Koramil Pracimantoro Peduli Kesehatan Warga

“Banyak hal positif yang bisa saya dapatkan dengan berpindahtugas itu. Selain mendapatkan suasana dan rekan kerja yang baru, saya juga bisa memperoleh pengalaman baru. Sebab, permasalahan yang dihadapi di setiap SKPD, tentunya tidak sama, “ papar warga Tandon Krisak Kecamatan Selogiri itu.

Dia mencontohkan, ketika masih mengabdi di Dinas Pendidikan, Suwartono dihadapkan pada permasalahan seputar Bantuan Operasional Sekolah (BOS), atau Ujian Nasional (UN). Sedang saat bertugas di Bappeda, dirinya harus berkutat pada problem baru. Misalnya Musyawarah Perencanaan (Musren), baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. Namun, semuanya bisa diselesaikan dengan baik.

Baca Juga :  Kabar Wonogiri Update. Petani Karangtengah Budidayakan Tanaman Porang. Ternyata Untuk Bahan Cat

Sementara di posisi saat ini di Dinas Sosial, kembali hal dan segala problem baru mesti dihadapi. Terutama permasalahan-permasalahan sosial, diantaranya Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) maupun rumah tangga miskin. Tapi, lagi-lagi dirinya optimis bakal mampu menghadapinya dengan penuh kesiapan.

“Untuk permasalahan PGOT kami menyiapkan kebijakan bersama SKPD lainnya. Diantaranya dengan mengadakan penyisiran atau razia bersama Satuan Polisi Pamong Praja maupun kepolisian. Juga diikuti pembinaan serta penyaluran ke panti rehabilitasi bagi mereka yang perlu,“ papar dia.

Baca Juga :  Gawat, Elpiji 3 Kg Langka di Wonogiri

Permasalahan PGOT tersebut dihadapi pula dengan mengoptimalkan jalinan kerjasama lintas daerah lintas provinsi.

“Dengan tetap berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan, dan dengan kesiapan yang penuh, kami yakin akan mampu menghadapi permasalahan yang ada. Mungkin memang tidak bisa menyelesaikan secara tuntas semuanya, tapi yang pasti tetap berusaha, “ pungkas Suwartono dengan tetap tersenyum. Aris Arianto

Iklan
Loading...