loading...
Loading...
Warga membersihkan material longsor di Desa Balepanjang, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri.

WONOGIRI-Wonogiri merupakan daerah yang memiliki kerawanan bencana tinggi, bahkan tergolong endemis bencana.

“Dikatakan endemis, karena sudah bertahun-tahun, dipastikan terjadi bencana. Bencana juga datang tidak mengenal musim. Contohnya, setiap musim penghujan, terjadi tanah longsor atau banjir. Sementara ketika musim kemarau selalu ada bencana kebakaran atau kekeringan,” kata Sekda Wonogiri, Suharno, Jumat (14/12/2018).

Menurut Sekda selama beberapa tahun terakhir, wilayah Wonogiri selalu dilanda bencana. Bahkan ada yang sampai menimbulkan korban jiwa, seperti terkuburnya sejumlah warga akibat tanah longsor di Kecamatan Tirtomoyo pada 2017 kemarin. Bencana-bencana itu pun menimbulkan kerugian material tidak sedikit.

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap, Pencurian Motor Honda Supra di Kalikatir Nambangan Kecamatan Selogiri Wonogiri. Tidak Diduga Ternyata Pelakunya Seperti Ini

Dia mengatakan, hampir semua kecamatan di Wonogiri rawan bencana alam. Dengan kategori menengah, ringan, sedang, dan tinggi. Dicontohkan, kecamatan berpotensi bencana alam tinggi misalnya Kecamatan Manyaran, Karangtengah, Tirtomoyo, maupun Kismantoro.

“Wilayah kecamatan itu rawan terjadinya tanah longsor,” kata dia.

Wilayah Wonogiri, jelas dia, berbukit dan sebagian lereng curam. Pada lereng curam itu bahkan ada yang digunakan untuk pemukiman warga. Padahal sangat rawan longsor.

Pihaknya terus mengimbau warga melalui pemerintah desa setempat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya juga terus menambah jumlah desa tangguh bencana sebagai langkah antisipatif pengurangan resiko bencana. Aris Arianto

Loading...