JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Wouw, Toilet Ini Bisa Mendeteksi Tanda-tanda Penyakit Diabetes dan Kanker

Ilustrasi/tribunnews

Jika kita melakukan cek lab, beberapa unsur selain darah adalah urine dan feses yang diteliti. Nah, dari situlah kini telah dikembangkan toilet pintar yang bisa mendeteksi tanda-tanda penyakit yang dialami seseorang.

Toilet masa depan yang kini tengah dikembangkan para ahli di European Space Agency (ESA) dan MIT ini dapat mendeteksi tanda-tanda awal penyakit berbahaya pada tubuh.

Toilet berteknologi tinggi itu akan menyaring urine, kemudian mendeteksi dan mengumpulkan data, untuk mendeteksi keberadaan penyakit.

Para ahli menamai toilet cerdas itu FitLoo.
Dengan teknologi canggih yang disematkan padanya, FitLoo dapat mendeteksi fluktuasi kadar protein dan glukosa ekstra di dalam urine.

Baca Juga :  Bau Mulut Bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengatasinya

Melansir dari Daily Mail, toilet pintar ini didasarkan pada teknologi alat pemantau urine yang digunakan para astronot, untuk memantau kesehatan mereka di International Space Station (ISS).

Menurut Michael Lindenmayer, pemimpin Toilet Board Coalition yang mengembangkan kloset canggih itu, FitLoo memberi orang kesempatan untuk mengendalikan kesehatan tubuh mereka.
Selama ini, urine yang disiram begitu saja mengandung banyak informasi penting terkait kesehatan tubuh seseorang.

“Saat ini orang hanya pergi ke dokter ketika kita sakit. Kita tidak terlalu cukup mendengarkan tubuh kita, tetapi toilet mendengarkan setiap kali kita menggunakannya,” ujar Michael.

Baca Juga :  IDI Laporkan 115 Dokter Meninggal Akibat Pandemi Covid-19, Sebut Setara 300.000 Rakyat Indonesia Kehilangan Pelayanan Kesehatan

Sedangkan David Coppola, manajer proyek santitasi ruang angkasa di ESA mengatakan, keberadaan alat ini dapat membantu petugas kesehatan melacak dan memprediksi penyebaran penyakit di masyarakat, serta memberikan peringatan dini tentang wabah.

“Jika Anda memiliki 1.000 toilet pintar yang secara kolektif memantau penyakit tertentu di suatu area, Anda dapat menggunakan data ruang untuk mengisi celah dan menghitung kemungkinan penyebaran penyakit,” ungkap Davide.  #tribunnews