JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

1 Pelajar Tertangkap Polisi, Lainnya Melarikan Diri Ketika Digelar Razia di Baki Sukoharjo

Razia pelajar bolos di Kecamatan Baki, Sukoharjo
Razia pelajar bolos di Kecamatan Baki, Sukoharjo

SUKOHARJO-Seorang pelajar tertangkap polisi sedangkan beberapa di antaranya melarikan diri ketika digelar razia sisir anak sekolah di Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Polsek Baki dipimpin Kanit Intel Ipda Sri Widodo melaksanakan razia sisir anak sekolah yang bolos saat jam belajar mengajar berlangsung. Razia untuk mencegah terjadinya tawuran pelajar serta membantu pihak sekolah dalam hal kedisiplinan.

Dari berapa lokasi yang diduga sering digunakan para siswa untuk nongkrong saat bolos, petugas patroli mendapati beberapa siswa yang nongkrong saat jam sekolah yaitu di Dukuh Jetis, Kecamatan Baki. Dimana lokasi tersebut tidak jauh dari salah satu SMP di Baki.

Baca Juga :  Bikin Deg-degan, Hasil Pengundian Akhirnya Paslon EA Memperoleh Nomor Urut 1 Sedangkan Joswi Dapatkan Nomor Urut 2, Resmi Terpasang di APK 26 September Mulai Kampanye

Namun saat petugas datang, pelajar yang bolos sekolah itu melarikn diri. Dari beberapa siswa yang melarikan diri petugas hanya bisa menangkap satu pelajar yang selanjutnya di bawa ke Mapolsek Baki.

“Pelajar tersebut mengaku berasal dari salah satu sekolah SMP di Gatak,” kata Ipda Sri Widodo, Kamis (31/1/2019).

Untuk memberikan efek jera, siswa tersebut diminta membuat surat penyataan suaya tidak mengulangi perbuatanya lagi. Selain itu diminta juga mendatangkan orang tua siswa.

Baca Juga :  Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melampaui Angka 600, Pasien Meninggal Bertambah Satu Orang

“Siswa itu saya perbolehkan pulang setelah dijemput orang tuanya. Hal itu dilakukan supaya orang tua juga mengetahui kelakuan anaknya saat di luar rumah,” jelas dia.

Kapolsek Baki AKP Dani Herlambang menegaskan, akan terus secara rutin melakukan razia siswa bolos saat jam sekolah. Serta akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mencegah siswa bolos sebagai langkah antisipasi perkelahian pelajar. Aris Arianto