JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dikepung Warga 2 Perampok Bersenjata Api di Bandar Lampung Lepaskan Tembakan

pistol. pexels
Ilustrasi perampok bersenjata api. pexels

BANDAR LAMPUNG – Kawanan perampok bersenjata api beraksi di kota Bandar Lampung, Sabtu (26/1/2019) siang. Hari itu mereka beraksi di Jalan Nusantara VIII, Gang Raja Herman, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Saat mereka beraksi, ketua RT setempat memergoki kawanan penjahat tersebut.

Awalnya, kawanan perampok menyatroni rumah milik Sofian (47) yang sedang tak berpenghuni.

Sujimin Prabowo, ketua RT setempat, mengaku curiga saat melihat dua orang tak dikenal datang ke rumah Sofian.

Keduanya memarkir mobil Honda Brio bernomor polisi BE 1382 CL di depan rumah.

“Kan yang punya rumah lagi nggak ada. Ada mobil parkir di depan rumahnya,” ujar Sujimin, Minggu, (27/1/2019).

Baca Juga :  Catat Rekor Baru Lagi, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tambah 4.634. Satgas Sebut Terkait Pilkada

Sujimin semakin merasa janggal tatkala dua orang tersebut bisa masuk ke dalam rumah Sofian.

“Maka, saya kumpulkan beberapa warga buat ngepung,” katanya.

Tak lama, papar Sujimin, dua orang itu keluar dari rumah Sofian dengan membawa beberapa barang.

Saat melihat warga mengepung, sambung dia, seorang di antaranya mengeluarkan senjata api.

“Dari dalam pagar, satu orang ngeluarin senpi, terus nembak,” ujarnya.

Sontak, beberapa warga yang mengepung kaget mendengar suara tembakan, lalu lari tunggang langgang.

Baca Juga :  Bantuan Kuota Internet Dibagi Dua Paket, Ini Penjelasan Menteri Nadiem

“Untungnya tembakan nggak kena warga. Perampok akhirnya kabur,” kata Sujimin.

Akibat aksi perampokan tersebut, korban mengalami kerugian senilai Rp 17 juta.

“Perampok masuk dengan menjebol pintu, terus ngacak-ngacak kamar,” ujar Sujimin.

Kapolsek Kedaton Komisaris Abdul Mutholib mengaku sudah mendapatkan laporan kasus tersebut.

“Anggota sudah melakukan penyelidikan dan olah TKP (tempat kejadian perkara),” ujarnya.

Pihaknya juga meminta keterangan para saksi.

“Ada empat saksi yang kami mintai keterangan,” kata Tholib, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pelat mobil kawanan perampok itu palsu.

“Bukan asli. Pelat tembakan,” katanya.

www.tribunnews.com