loading...
Loading...
Kondisi Puncak Merapi dari CCTV BPPTKG Yogyakarta, siang ini masih normal setelah erupsi freatik kemarin, Sabtu (12/5/2018). tribunnews

MAGELANG-Wilayah Kabupaten Magelang tidak terdampak hujan abu vulkanik pasca guguran lava pijar yang keluar dari Gunung Merapi pada Jumat (4/1/2019) malam.

Menurut Petugas Pemantau Gunung Merapi Pos Babadan Kabupaten Magelang, Yulianto,  guguran lava pijar beberapa kali pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB. Dijelaskan, jarak luncuran sejauh 1.200 meter ke arah tenggara atau ke hulu Kali Gendol.

“Berdasarkan informasi beberapa desa di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten seperti Desa Tegalmulyo dan Tlogowatu serta di daerah Kemusuk Boyolali terjadi hujan abu tipis akibat luncuran lava pijar dari Gunung Merapi,” terang dia, Sabtu (5/1/2019) siang.

Dijelaskan Yulianto, dampak guguran lava pijar tersebut tidak mengakibatkan hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang. “Jarak luncuran lava pijar semalam lebih jauh dari sebelumnya paling jauh 1 kilometer,” imbuh dia.

Baca Juga :  Pengakuan Mantan Napi yang Kini Jadi Bandar Narkoba di Klaten. Jaringan Dikendalikan Napi di LP Semarang, Sekali Transaksi Rp 70 Juta 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang Edy Susanto, menyebutkan, guguran lava menimbulkan luncuran lava pijar di bagian atas dan tidak mengakibatkan hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang.

“Situasi dan kondisi di Kabupaten Magelang masih aman. Meski demikian kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan karena memang status Gunung Merapi saat ini waspada,” imbuh dia.

Hujan Abu Menerpa Klaten

Berdasarkan informasi  yang berhasil  dihimpun, Gunung Merapi telah melontarkan guguran lava pijar pada Jumat (4/1/2019) malam dengan jarak luncur hingga 1,2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol.

Baca Juga :  Selain Kapolresta Solo, Berikut Daftar Pejabat di Polda Jateng Yang Dimutasi. Kapolda: Kami Tunggu Dharma Baktinya di Jateng!

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan bahwa  guguran tersebut menyebabkan hujan abu vulkanik di sekitaran puncak. Menurut dia, hujan abu dari puncak Merapi tersebut, menurut Hanik, mengarah ke arah timur.

“Sebaran hujan abu vulkanik hanya mengarah ke wilayah Kabupaten Klaten,” terang dia.

“Hujan abu tipis sekali, jarak hanya 5-6 km dari puncak. Hujan abu tak berlangsung lama dan hanya dirasakan oleh beberapa desa di sekitaran puncak,” sambung dia.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)PBDbupaten Klaten, sejumlah desa yang berada di Kecamatan Kemalang Klaten mengalami hujan abu tipis.

Baca Juga :  Aksi Menegangkan Pembentangan Bendera Merah Putih Raksasa Berukuran 74 Meter di Bukit Gunem. Banyak Duri, Anggota Polisi Rembang Sampai Terharu 

Seperti diketahui, jarak wilayah Kecamatan Kemalang berlokasi sekitar 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Klaten, Bambang Giyanto, sesaat pasca kejadian kejadian hujan abu vulkanik, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan assesment awal dan pembagian masker.

“Sejumlah desa di wilayah Kecamatan  Kemalang terjadi hujan abu tipis,” kata dia.

Ditambahkannya, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Klaten semalam langsung bergerak cepat dengan  melakukan droping masker ke desa-desa yang dilaporkan terjadi hujan abu tipis. “Petugas juga telah melakukan assessment awal,” sambung dia.  Satria Utama 

Iklan
Loading...