JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Heboh, Jenazah Ini Telah Dikafani, Tapi Darah Masih Mengucur dan Terasa Hangat

Ilustrasi

ACEH– Saat liang lahat sudah siap, dan jenazah sudah dikafani, suasana menjadi geger. Pasalnya, jenazah Rasyidin (62) masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Darah masih mengucur dari kepalanya, dan saat keluarganya meraba bagian leher, terasa masih ada denyut nadi di sana. Saat pihak keluarga yang lain meraba, tubuh jenazah itu pun masih terasa hangat.

Sontak suasana pun menjadi heboh, dan warga membawa kembali jenazah itu ke ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh. Mereka butuh kepastian dari pihak rumah sakit, Rasyidin sebenarnya sudah meninggal atau belum.

Insiden menghebohkan itu terjadi di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Jumat (25/1/2019).

Baca Juga :  Ketua KPU dan Sejumlah Komisioner Positif Covid-19, Pilkada 2020 Tetap Jalan Sesuai Jadwal

Namun setelah divisum oleh pihak medis RSUD Cut Nyak Dhien sekira pukul 18.30 WIB jenazah dipastikan telah meninggal dan dibawa kembali ke rumah dengan menggunakan ambulans rumah sakit setempat.

Menyikapi kondisi tak lazim ini, keluarga melaporkan ke Polres Aceh Barat sekaligus juga melapor ke Polsek Kutaraja, Banda Aceh.

AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK membenarkan pihak keluarga melapor atas kejanggalan cucuran darah yang keluar dari kepala.

“Kami sudah buatkan surat ke rumah sakit untuk dibuatkan visum,” katanya.

Baca Juga :  Bawaslu: 40 Balon Kepala Daerah Positif Covid-19, Tapi Nekat ke KPU

Petugas kemudian menyarankan keluarga Rasyidin untuk membuat laporan resmi ke polisi Banda Aceh karena tempat TKP ada di banda Aceh.

Kapolres mengatakan hasil visum akan dikirim ke Banda Aceh bila memang dibutuhkan penyelidikan.

Korban sendiri tidak diketahui dengan jelas penyebab kematiannya. Ia hanya dilaporkan meninggal dunia ketika di dalam kamar rumahnya di Desa Lampaseh Kota kemudian dibawa ke kampung halamannya dengan kondisi sudah dikafani.

Sempat beredar informasi sebelum meninggal Rasyidin sempat pulang ke Meulaboh untuk menjual tanah. Ia kembali ke Banda Aceh membawa uang puluhan juta rupiah.

www.tribunnews.com