JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, Mayat Wanita Ditemukan Terapung di Sungai Suwatu Tanon. Ditemukan Luka Sobek di Bagian Tangan 

Kapolsek Tanon AKP Heru Budiharto didampingi Camat Tanon saat memimpin evakuasi. Foto/Wardoyo
Kapolsek Tanon AKP Heru Budiharto didampingi Camat Tanon saat memimpin evakuasi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga Desa Suwatu, Kecamatan Tanon digegerkan dengan temuan mayat perempuan renta, Selasa (8/1/2019). Mayat bernama Mbah Mardiyah asal Dukuh Banaran RT 10, Suwatu itu ditemukan mengambang di Sungai Turut dukuh setempat.

Nenek renta berusia 90 tahun itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Di tangannya ditemukan luka sobek di jari tangan kanan.

Data yang dihimpun di lapangan, penemuan mayat Mbah Mardiyah ditemukan sekira pukul 14.30 WIB. Saat kali pertama ditemukan, kondisinya terapung di genangan kedalaman 60 cm. Menurut keterangan warga, korban diketahui pukul 07.00 WIB. Tak ada keluarga yang dipamiti.

Baca Juga :  Razia Malam-Malam, 13 Warga Sragen Tertangkap, 4 Orang Harus Bayar Denda Rp 50.000!

Keluarga korban baru sadar ketika sampai siang, korban tak juga pulang.

Selanjutnya anaknya yang bernama Mustajilah mencari orang tuanya di sekitar rumah dan lingkungan Desa Suwatu dan tidak diketemukan.

“Anak korban sempat mencari di tempat keluarganya di Dukuh Bangle Desa Tanon tidak diketemukan. Selanjutnya pihak keluarga dari Tanon Bangle dan Suwatu mengadakan pencarian di sepanjang aliran sungai suwatu yg terletak 500 meter di belakang rumah korban,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Tanon AKP Heru Budiharto, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga :  Divonis 4 Kali Lebih Berat, 3 Terdakwa Korupsi Rp 2 Miliar Proyek RSUD Sragen Kompak Langsung Nyatakan Banding. Jaksa Juga Pikir-pikir

Kapolsek menuturkan dari hasil visum, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Menurut keterangan kerabat, korban memang sudah pikun.

“Dari kepolisian menawarkan kepada pihak korban apakah perlu diotopsi dari pihak keluarga korban tidak menghendaki untuk diotopsi. Kejadian ini murni musibah,” tandasnya. Wardoyo