JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, Warga Mondokan Sragen Ditemukan Tewas di Serambi Masjid Purworejo. Sempat Dikira Tertidur

Proses evakuasi jenasah warga Mondokan Sragen yang tewas di Masjid Purworejo, Senin (28/1/2019). Foto/Polres Purworejo
Proses evakuasi jenasah warga Mondokan Sragen yang tewas di Masjid Purworejo, Senin (28/1/2019). Foto/Polres Purworejo

SRAGEN- Seorang warga Sragen ditemukan tewas di serambi Masjid Darul Muttaqin Jalan Mayjen Sutoyo No 81, Kabupaten Purworejo, Senin (28/1/2019) pagi. Korban diketahui bernama Teguh Suyudi (45) asal Dusun Ngroto RT 16, Desa Sumberejo, Mondokan.

Jasad pria malang itu diketahui sekitar pukul 04.00 WIB. Sempat dikira tertidur, korban ternyata sudah tak bernyawa.

Kematian korban terungkap dari laporan Polres Purworejo yang dikirimkan ke Polres Sragen, Senin (28/1/2019) siang.

Dari laporan tersebut terungkap korban kali pertama diketahui Muhammad Suwito, pedagang asal Purworejo.

Di hadapan petugas, ia menuturkan sekitar pukul 03.00 WIB, ia melihat korban terlihat terbaring di diserambi masjid Darul Muttaqin.

Baca Juga :  Parah, Sepasang ABG Tertangkap Mesum dan Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Dilakukan di Siang Bolong, Netizen Geregetan Sebut Urat Malu Sudah Putus

Saat itu, ia tak merasa curiga dan mengira korban tertidur lantaran menggunakan sarung layaknya seperti jamaah masjid. Namun selang satu jam kemudian, ia mulai curiga saat melintas di depan korban, melihat wajah korban dalam keadaan pucat.

Selanjutnya korban memberitahukan hal tersebut kepada jemaah lain di masjid itu dan berusaha membangunkan korban. Namun saat dibangunkan, mereka mendapati korban sudah dalam keadaan tubuh yang kaku dan denyut nadi sudah tidak ada.

Mengetahui hal tersebut korban langsung melapor ke Polsek Purworejo untuk Penyelidikan lebih lanjut. Menurut keterangan yang diperoleh olehbl kepolisian setempat, sebelumnya korban sering terlihat  tidur di serambi toko yang berada di lingkungan Alun-Alun Purworejo.

Baca Juga :  Hasil Rakor Terbaru, Kapolres Sragen Tegaskan Tetap Tak Akan Terbitkan Izin Keramaian. Semua Jajaran Polsek Sudah Diinstruksikan, Hajatan Boleh Tapi Ijab Qabul Saja!

“Dari hasil pemeriksaan medis RSUD Tjitro Wardojo tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Diperkirakan korban meninggal karena penyakit dalam yang dideritanya,” papar Kapolsek Purworejo Kota, AKP Markotib dalam laporanya.

Kades Sumberejo, Mondokan, Sentot Nugroho membenarkan bahwa Teguh adalah warganya. Dari keterangan keluarga, korban sebelumnya sudah dalam kondisi sakit.

“Saat ini, jenasah baru dilakukan penjemputan ke Purworejo,” ujarnya Senin (28/1/2019) malam. Wardoyo