Beranda Daerah Solo Lewat SYAIR JKN, BPJS Kesehatan Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Jaminan Kesehatan Nasional

Lewat SYAIR JKN, BPJS Kesehatan Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Jaminan Kesehatan Nasional

BPJS Kesehatan bersama Kementerian Agama RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Dewan Penasihat Syariah BPJS Kesehatan berfoto bersama usai pembukaan kegiatan Sinergi Penyuluh Agama Integrasi Literasi (SYAIR) JKN di Solo, Rabu (5/8/2026) | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – BPJS Kesehatan memperkuat upaya peningkatan literasi masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menggandeng penyuluh agama sebagai mitra strategis dalam penyebarluasan informasi hingga ke pelosok negeri.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sinergi Penyuluh Agama Integrasi Literasi (SYAIR) JKN yang digelar di Surakarta, Rabu (5/8/2026).

Mengusung tema “Menjalin Ukhuwah, Menjaga Sesama: Bersama Penyuluh Agama Mewujudkan Masyarakat Sehat, Sejahtera, dan Terlindungi”, kegiatan itu  menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai hak, kewajiban, serta manfaat Program JKN melalui kolaborasi lintas sektor.

Program tersebut melibatkan BPJS Kesehatan, Kementerian Agama Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Dewan Penasihat Syariah BPJS Kesehatan. Sinergi tersbut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi karena penyuluh agama dinilai memiliki kedekatan dan kepercayaan yang kuat di tengah masyarakat.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, melalui rilis ke Joglosemarnews mengatakan, keberhasilan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan kesehatan, tetapi juga oleh tingkat pemahaman masyarakat terhadap program tersebut.

Dijelakan, hingga Juni 2026, Program JKN telah memberikan perlindungan kepada 284 juta jiwa atau sekitar 98,60 persen dari total penduduk Indonesia. Sementara tingkat keaktifan peserta mencapai 80,25 persen.

Untuk menjamin akses layanan kesehatan yang merata, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 23.679 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Gugatan Gusti Moeng Terkait Perubahan Nama KGPH Purboyo Menjadi Sri Susuhunan Pakubuwana XIV Kandas di PN Surakarta

Menurut Akmal, semakin luasnya cakupan kepesertaan harus diimbangi dengan peningkatan literasi masyarakat agar peserta memahami hak dan kewajibannya, mekanisme pelayanan kesehatan, pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif, hingga pemanfaatan layanan digital BPJS Kesehatan.

“Literasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Program JKN yang berlandaskan prinsip gotong royong,” ujarnya.

Melalui kegiatan SYAIR JKN, para penyuluh agama memperoleh pembekalan dengan metode Training of Trainers (ToT). Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar JKN, kepesertaan, hak dan kewajiban peserta, alur pelayanan kesehatan, mekanisme pembayaran iuran, penggunaan kanal layanan digital BPJS Kesehatan, hingga strategi komunikasi publik.

Dengan bekal tersebut, penyuluh agama diharapkan mampu menjadi agen literasi yang menyampaikan informasi Program JKN secara benar, mudah dipahami, dan berkelanjutan kepada masyarakat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag., menegaskan penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai agen edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui jejaring penyuluh agama yang tersebar hingga tingkat akar rumput, literasi mengenai Program JKN diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Syariah BPJS Kesehatan, K.H. Muhammad Cholil Nafis, menilai prinsip gotong royong yang menjadi fondasi Program JKN selaras dengan nilai-nilai syariah dalam menjaga kemaslahatan bersama. Menurutnya, edukasi mengenai perlindungan kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Sasar Semua Lapisan Masyarakat, FOTILE Penetrasi Pasar Solo

Dukungan terhadap penguatan literasi Program JKN juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Keduanya menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi bersama BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas edukasi mengenai pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, BPJS Kesehatan berharap informasi mengenai Program JKN dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dengan pendekatan yang humanis, inklusif, serta selaras dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga keberlanjutan Program JKN semakin meningkat. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.