JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kementerian Kominfo Ajak Masyarakat Aktif Jadi Peserta BPJS Kesehatan Mandiri. Pimpinan Daerah Diminta Komitmen Dorong Kepesertaan

Dirjen IKP Kemenkominfo, Wiryanta (kanan) saat menerima cendera mata dari Bupati Ngawi, Budi Sulistyono (kiri) sebelum pentas wayang kulit dalam rangka sosialisasi program JKN di Alun-alun Ngawi, Jatim, Sabtu (19/1/2019) malam. Foto/Wardoyo
Direktur IKP Kemenkominfo, Wiryanta (kanan) saat menerima cendera mata dari Bupati Ngawi, Budi Sulistyono (kiri) sebelum pentas wayang kulit dalam rangka sosialisasi program JKN di Alun-alun Ngawi, Jatim, Sabtu (19/1/2019) malam. Foto/Wardoyo

NGAWI- Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengajak masyarakat berperan aktif dalam memanfaatkan maupun ikut kepesertaan Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemimpin di daerah juga diharapkan memiliki komitmen kuat untuk mendorong warganya dalam kepesertaan BPJS.

Hal itu disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkominfo,

Wiryanta saat menghadiri acara roadshow sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Alun-alun Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Sabtu (19/1/2019) malam. Sosialisasi yang diprakarsasi Kemenkominfo itu digelar melalui pertunjukan wayang kulit dengan tema Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Indonesia Sehat.

Dalam sambutannya di hadapan warga yang memadati alun-alun, Wiryanta mengungkapkan sosialisasi JKN itu merupakan implementasi Inpres Tahun 2015 di mana salah satu tugas Kemenkominfo adalah menyosialisasikan visi misi dan program strategis pemerintah kepada masyarakat.

JKN sebagai salah satu isu strategis nasional, perlu disosialisasikan lantaran dalam UU 40/2004 mengamanahkan setiap warga negara punya kewajiban menjadi peserta JKN.

Baca Juga :  Perbuatannya Tergolong Sadis, Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Dua Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Kalibata City

“Harapannya lewat sosialisasi ini bisa menggugah dan mengajak masyarakat untuk ikut kepesertaan BPJS kesehatan yang aktif dan mandiri. Karena prinsip dasarnya BPJS mandiri itu membangun semangat gotong royong. Misalnya ketika saya aktif jadi peserta dan tidak sakit, maka bisa digunakan membantu saudara kita yang membutuhkan pengobatan,” paparnya.

Sedangkan pemilihan wayang kulit sebagai metode sosialisasi, dimaksudkan untuk menghibur masyarakat, nguri-uri budaya sekaligus membuat sosialisasi lebih mudah diterima masyarakat.

“Program BPJS kesehatan ini tentu perlu komitmen yang kuat dari pimpinan daerah. Saya lihat Bupati Ngawi ini komitmennya juga sangat kuat untuk itu (BPJS),” terangnya.

Sosialisasi juga dihadiri juru bicara Kepresidenan Johan Budi, Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan jajaran Muspida hingga perangkat desa.

Baca Juga :  Bermodus Rindu, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri

Di hadapan warganya, Bupati Ngawi mengapresiasi dipilihnya Ngawi menjadi daerah sosialisasi JKN dari Kemenkominfo. Ia juga mendukung penuh program JKN sebab itu merupakan program pemerintah dan Presiden dalam upaya memberikan kenyamanan berbangsa bernegara.

“Ini sebuah kehormatan bagi Ngawi. Dsn program JKN ini luar biasa. Bagaimana pemerintah dan negara hadir ketika kita sakit. Makanya jangan sampai karena merasa tidak mampu akhirnya tidak tercakup di BPJS. Harapan kami semua bisa terkover dan menjadi peserta BPJS,” tukasnya.

Acara sosialisasi JKN malam tadi berlangsung sangat meriah. Lebih dari 500an warga hingga pejabat tumpah ruah memadati Alun-alun untuk menyaksikan pentas wayang sekaligus sosialisasi JKN itu. Pentas wayang kulit itu menampilkan dalang kondang Ki Warseno Slenk. Wardoyo