JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kisah Haru Orangtua Gadis Difabel Korban Perkosaan di Jepara Sampaikan Terimakasih ke Polisi Lewat Durian. Kapolres Mengaku Langsung Gemetaran.. 

Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman saat menerima penghargaan dari LPP Sekar atas pengungkapan kasus perkosaan kaum difabel di ruangan Kapolres Senin (14/1/2019). Foto/Wardoyo
Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman saat menerima penghargaan dari APPA dan LPP Sekar atas pengungkapan kasus perkosaan kaum difabel di ruangan Kapolres Senin (14/1/2019). Foto/Wardoyo

JEPARA- Masih ingat kisah pilu seorang gadis difabel berinisial FR (25) asal Jepara yang menjadi korban perkosaan sadis awal September 2018 silam. Cerita misteri perkosaan yang sempat gelap selama hampir empat bulan itu akhirnya terkuak terang.

Di tangan Kapolres AKBP Arif Budiman, tabir gelap pelaku pun berhasil tersingkap. Sempat tak terendus, pelaku yang ternyata bernama Sutrimo alias Sarimunik (50) tetangga korban asal Dusun Ngasem, RT 30/3, Batealit, Jepara itu akhirnya dibekuk di persembunyiannya di Kalimantan Timur, Kamis (10/1/2019) lalu.

Keberhasilan pengungkapan kasus perkosaan yang sempat menguras emosi dan perhatian publik Jepara itu rupanya mendapat banyak apresiasi tinggi.

Tak hanya lembaga pemerhati gender setempat, penangkapan pelaku juga memberikan kelegaan tersendiri bagi orangtua korban.

Dan keberhasilan itu menghadirkan kisah haru dari orangtua korban. Saking bersyukurnya pelaku bisa terungkap,  bapak korban sampai tergerak memberikan hadiah untuk Kapolres AKBP Arif Budiman.

Namun kondisi ekonominya yang hanya orang desa dan kurang berada, membuatnya kehilangan keberanian untuk bisa menghadap langsung ke Polres untuk sekadar menyampaikan terimakasih.

Hingga akhirnya, ucapan terimakasih itu terpaksa ia titipkan lewat beberapa buah durian yang dikirimkan untuk Kapolres. Buah durian itu dititipkan melalui Aliansi Perlindungan Perempuan dan Anak (APPA) Jepara dan Tim Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Sekar Jepara yang mendatangi Kapolres Senin (14/1/2019).

Siang itu, perwakilan APPA dan LPP Sekar Jepara sengaja datang untuk menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi untuk Polres Jepara yang sudah mampu menangkap pelaku perkosaan gadis difabel.

Ketua APPA Jepara, Hindun Anisah mengatakan tergerak memberikan penghargaan lantaran memandamg pengungkapan dan penangkapan pelaku kasus itu bukan hal yang mudah. Kejadian September 2018 dan pelaku baru bisa diungkap dan ditangkap di daerah Kalimantan Timur selang empat bulan kemudian.

Baca Juga :  Torakur, Cemilan Khas Bandungan yang Wajib Dicoba

Diakhir pertemuan, pimpinan tim sambil malu dan sungkan membisikkan ke Kapolres bahwa ada titipan beberapa buah durian dari bapak korban.

Mereka juga menuturkan sebenarnya bapak korban sangat ingin datang sendiri ke Polres untuk mengucapkan terima kasih. Akan tetapi malu karena bapak korban bukan termasuk orang yang berada.

“Hanya pohon durian yang dimiliki dan kebetulan sedang berbuah. Maka dititipkan lah buah durian sebagai ungkapan syukur dan terima kasih dari beliau untuk Pak Kapolres,” ujar Hindun.

Sontak saja, penghargaan dan kiriman buah durian itu membuat Kapolres terkejut. Sejenak, Kapolres yang pernah meraih penghargaan penyidik terbaik pengungkap kasus Tipikor Tahun 2016 dari Kapolri itu, menghela nafas.

Antara terharu dan sedih, ia akhirnya menerima titipan buah durian tanda terimakasih itu sembari menitip kembali ucapan terimakasih dan salam hormatnya untuk bapak korban.

“Jujur saya sendiri juga kaget. Karena bagi kami mengungkap kasus dan pelaku kriminal itu memang sudah tugas yang harus kami kedepankan dan lakukan sampai tuntas. Apalagi kalau dengar cerita bapak korban sampai menitipkan durian dan malu untuk menyampaikannya sendiri. Hampir saja bergetar badan ini menahan haru,” ujar Kapolres kepada Joglosemar.

AKBP Arif menyampaikan dirinya tak kuasa menahan haru lantaran apa yang dilakukannya ternyata diapresiasi lebih dan bisa memberikan kebaikan bagi masyarakat. Terlebih, momen terimakasih dari bapak korban itu hadir di saat kondisi dirinya yang belum lama ini harus kehilangan ayahanda tercinta.

Baca Juga :  Objek Wisata Watu Amben Berpotensi untuk Pengembangan Wisata Edukasi, Diyakini sebagai Cikal Bakal Desa Waru

“Duh gusti, engkau hadirkan kembali rasa bahagia dan bangga. Kepuasan bathin yang tak terkira. Dari upaya yang tak mengenal lelah untuk menegakkan hukum demi memberikan keadilan bagi kaum papa,” tulis AKBP Arif melalui pesan WA kepada Joglosemar.

Seperti diberitakan, aksi perkosaan Sutrimo berhasil terungkap setelah empat bulan kasusnya nyaris hilang di telan bumi.

Kakek bejat itu pun akhirnya tersungkur setelah terlacak dan tertangkap di tempat pelarian di Kalimantan Timur.

Foto tersangka dan BB celana korban dengan bercak darah yang diamankan. Foto kolase/Wardoyo

Tersangka dibekuk oleh tim PPA Reskrim Jepara bersama dengan Polda Kaltim pada Selasa (8/1/2019) dan dikeler ke Jepara Kamis (10/1/2019).

“Dari hasil penyelidikan tim, pelaku terdeteksi melarikan diri ke daerah Paser, Kalimantan Timur dengan dibantu oleh keluarga pelaku. Akhirnya kita terjunkan tim Opsnal Satreskrim Polres Jepara dengan bantuan Satreskrim Polres Paser Polda Kalimantan Timur melakukan penangkapan terhadap pelaku di hutan sawit Daerah Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Jepara untuk kemudian dilakukan pemeriksaan dan proses lebih lanjut,” papar Kapolres.

Kapolres menguraikan kejadian pemerkosaan sendiri terjadi pada yang terjadi pada Hari Selasa tanggal 4 September 2018 sekira pukul 12.00 WIB di rumah pelaku.

Kronologisnya, siang itu pelaku berpura-pura memanggil korban ke dalam rumah pelaku dengan dalih menasehati agar korban rajin menabung. Kakek yang sudah dirasuki setan itu kemudian dengan beringas menarik tangan kanan korban dan membawa ke ruang tengah.

Di ruangan itu, pelaku menggagahi korban yang difabel itu hingga korban mengalami perdarahan dan syok berat. Wardoyo