JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Malam Asyik Pesta Durian, Pagi Harinya Malah Ditemukan Tewas Tak Bernyawa

teras.id
teras.id

PANGKEP– Nasib malang dialami Baharuddin (27 tahun). Pria yang berprofesi sebagai tukang batu  ditemukan meninggal dunia di lantai dua rumah Heriyanto (pamannya) di Kompleks BTN Bungoro Indah Permai (BIP) Kabupaten Pangkep, Rabu (02/01/2019).

Korban meninggal dunia di dalam kamar rumah Pamannya, ia ditemukan sudah tidak bernyawa oleh keluarganya saat menjelang shalat subuh. Sebelumnya Baharuddin diketahui pergi membeli durian dan membawa pulang kerumah pamannya untuk makan bersama pamannya.

Dari keterangan pamannya, Heriyanto (saksi mata), Korban naik ke lantai dua dan masuk kamar untuk beristirahat. Pada saat menjelang shalat subuh  keluarga korban naik  untuk membangunkan, beberapa kali dipanggil namun korban tak menyahut. Merasa curiga, keluarga Baharuddin langsung memeriksa kondisi korban yang sudah tak sadarkan diri.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, MAKI Ungkap Dugaan Percakapan Jaksa Pinangki dan Anita Kolopaking

“Menjelang shalat subuh saya meminta istri saya untuk membangunkan korban untuk sholat subuh,  karena dia tidak pernah ketinggalan kalau sholatnya, beberapa kali dipanggil namun korban tak menyahut. Saya langsung naik dan mendobrak pintu kamarnya, dan melihat sudah tidak bernyawa,”  kata paman korban, Heriyanto.

Menurut Kapolsek Bungoro, Kompol Asfa, setelah menerima laporan sekitar jam 10 lewat,  pihaknya langsung bergegas menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang disusul petugas kesehatan dari dokter Puskesmas Bungoro. Hasil pemeiksaan dokter, korban meninggal sekitar diatas sepuluh jam dan tak ada tanda kekerasan pada jenazah.

Baca Juga :  Nama Jaksa Agung dan Mantan Ketua MA Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan Jaksa Pinangki

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pengakuan keluarganya, dia habis makan durian dan istrahat sampai pagi tadi ditemukan meninggal. Dia (korban) itu warga Majenne dan sehari-sehari merupakan seorang tukang batu,”ucap Asfa.

Dari Pihak polisi sendiri berniat untuk membawa kerumah sakit untuk di visum lebih lanjut, namun keluarga korban meminta untuk tidak dilanjutkan, karena dia yakin tidak ada unsur kekerasan ditemui, Baharuddin meninggal karena sudah ajal nya.

“Saat ini, kami melakukan pengawalan jenazah hingga perbatasan Mandalle -Barru, korban akan dimakamkan di Majenne,”kata Kapolsek Bungoro,  Kompol Asfa saat dikonfirmasi melalui via seluler. 

www.teras.id