JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Penemuan Dua Mayat Gegerkan Pasar Sentiong di Malam Tahun Baru

ilustrasi
Ilustrasi

TANGERANG– Detik-detik malam pergantian tahun baru diwarnai aksi pembunuhan seorang wanita oleh suaminya sendiri di Tangerang.

Penganiayaan itu terjadi di  Pasar Sentiong, Balaraja, Tangerang.  Dalam kasus itu  seorang pedagang kelapa, Rumidan (58) diduga mencekik istrinya, Iyam (48) hingga tewas.

Setelah istrinya tewas, Rumidan bunuh diri dengan cara menjerat leher dengan tali. Keduanya ditemukan tewas pada keesokan harinya, Selasa (1/1/ 2019).

Masyarakat di seputar Pasar Sentiong Balaraja pun geger dengan temuan dua mayat sekaligus itu.

Hens, seorang warga Tangerang mengatakan pasar itu ramai sekitar jam 10.00 karena polisi sedang olah tempat kejadian perkara.

Baca Juga :  Kabar Buruk, Menkeu Sri Mulyani Prediksi Indonesia Resmi Alami Resesi pada Akhir September, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2020 Masih Negatif

“Saat saya antar istri belanja, lokasi sudah diberi garis polisi,”ujar Hens, Selasa (1/1/2019).

Kapolsek Balaraja, Komisaris Wendy Andrianto mengatakan peristiwa pembunuhan itu terjadi pada detik-detik pergantian tahun 31 Desember 2018 ke 1 Januari 2019.

“Kami sedang periksa saksi kunci, tetangga depan yang berjualan nasi. Saksi ini sempat mengintip sebelum keduanya tewas, pasangan suami istri ini bertengkar. Suami marah-marah, istrinya menangis sesenggukan,”kata Wendy, Selasa (1/1/2019) sore.

Baca Juga :  Bermodus Rindu, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri

Wendy mengatakan dugaan sementara pembunuhan itu dipicu pertengkaran keduanya. Di lapak kelapa yang juga ditinggali pasangan Rumidan dan Iyam asal Pandeglang itu tidak ada barang hilang .

“Hasil autopsi pada leher korban perempuan ada bekas cekikan,”ujar Wendy.

Selain memeriksa saksi pedagang nasi terkait kasus pembunuhan suami cekik istri hingga tewas ini, penyidik juga sudah memanggil anak Rumidan dan Iyam dari Pandeglang.

“Kami juga ingin mendengar kehidupan rumah tangga dari anak laki-lakinya berusia 25 tahun ini,”ujar Wendy.

www.tempo.co