JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ratusan Warga Sragen Kembali Demo Turun ke Jalan. Kecam Kriminalisasi Terhadap Agus, Bupati Ogah Menemui 

Warga Sragen saat menggelar aksi demo damai mengecam kriminalisasi Agus Fatchur Rahman dalam kasus Kasda, Rabu (2/1/2019). Foto/Wardoyo
Warga Sragen saat menggelar aksi demo damai mengecam kriminalisasi Agus Fatchur Rahman dalam kasus Kasda, Rabu (2/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ratusan warga dari berbagai elemen di Sragen yang tergabung dalam Komunitas Peduli dan Pemerhati Sragen (Komppas) kembali menggelar aksi turun ke jalan Rabu (2/1/2019). Mereka memberikan dukungan moral kepada mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman yang ditetapkan tersangka kasus Kasda Sragen.

Mereka merasa tergerak lantaran penetapan tersangka dinilai hanya skenario kriminalisasi terhadap langkah Agus yang saat ini maju sebagai Caleg DPR RI untuk mewakili Sragen-Karanganyar-Wonogiri.

Massa berkumpul di Alun-alun Sasana Langen Putra sejak pukul 09.00 WIB. Di Alun-alun, massa sempat berorasi intinya merasa kecewa atas penegakan hukum dan permainan sejumlah oknum yang sengaja menjegal langkah Agus di Pileg 2019 dengan isu Kasda yang dinilai hanya kriminalisasi.

Baca Juga :  Biadab, Sudah 3 Siswi SMP Jadi Korban Predator Anak Asal Mondokan Sragen. Korban Selalu Diancam Dibunuh, Dibekap dan Dicekik Sebelum Diperkosa di Kuburan Cina

“Warga Sragen ndak rela, warga Sragen terluka. Sosok pimpinan yang baik, Agus Fatchur Rahman yang ingin mewakili Sragen di DPR RI, setelah 11 kali Pemilu tak pernah ada wakil Sragen, malah dikriminalisasi dengan isu Kasda yang sebenarnya sudah basi,” papar Eko Joko Priharyanto, koordinator aksi.

Eko menyebut warga tergerak melakukan aksi untuk memberi dukungan moral kepada Agus. Sebab warga meyakini Agus tak bersalah lantaran Kasbon yang dituduhkan dari aliran Kasda, adalah kasbon pribadi yang sudah dikembalikan tahun 2013.

Baca Juga :  Usai Laporkan Kepala DPUPR Sragen, KPK RI Pelototi Tahapan Lelang Proyek 2020. Sebut Surat Dukungan Rawan Dimainkan dan Direkayasa!

Eko menyerukan dukungan akan terus diberikan. Termasuk kepada pihak yang dinilai jadi dalang untuk menjegal, akan dilawan.

Lewat orasi, massa sempat meminta untuk bertemu dengan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Kantor Pemkab. Namun bupati tidak berkenan menemui.

Merasa kecewa massa berjanji akan kembali datang untuk menemui bupati dengan massa lebih besar.

“Kami kecewa, bupati dipilih rakyat, tidak mau menemui kami. Tapi kami tidak akan menyerah, kami akan kembali datang dengan massa lebih besar,” tegasnya.

Massa kemudian bergerak melakukan longmarch menuju rumah Agus untuk memberi dukungan moral. Wardoyo