JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Utang Negara Jadi Celah Serang Jokowi

Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA – Menjelang Pilpres 2019, pertarungan sebenarnya telah dimulai. Masibg-masing kubu sama-sama saling mencari celah, menyerang, bertahan dan melaukukan serangan balik.
Beberapa kali Capres no urut 1, Prabowo menyerang dengan melakukan kritik terhadap pengelolaan utang pemerintah. Terbaru adalah pernyataan Sandiaga Uno bahwa sekarang bayi baru lahir dibebani utang Rp 13 juta.

Sementara itu, kementerian keuangan  mengatakan  pembahasan soal utang adalah hal yang wajar.

Baca Juga :  Di Ajang World Economic Forum, Menko Airlangga: Momen Emas Berinvestasi di Indonesia

“Utang dalam suatu negara bukanlah hal yang tabu,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti melalui pesan tertulis  Sabtu (5/1/20119).

Nufransa berpendapat utang akan memberikan hasil yang produktif dan dapat menambah penghasilan sepanjang digunakan untuk hal yang bisa meningkatkan kapasitas. Ia lantas menganalogikan sebuah perusahaan yang memiliki pabrik.

Bila perusahaan itu berutang untuk membeli mesin di pabriknya atau membeli tanah dan bangunan untuk menambah pabrik baru, maka hal itu akan positif. Pasalnya utang akan meningkatkan kapasitas produksi yang akan menambah pendapatan pabrik tersebut.

Baca Juga :  Qodari: Koalisi Indonesia Bersatu Perkuat Kinerja Pemerintahan

Nufransa menyebutkan, beban utang pada sebuah perusahaan tidak bisa dihitung dari berapa jumlah pegawainya, tapi dilihat dari pendapatan operasionalnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua