JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Waspada, BNPB Sebut Longsor di Sukabumi Bisa Terjadi Lagi

Ilustrasi longsor
Ilustrasi

JAKARTA –  Masyarakat Sukabumi Jawa Barat diminta untuk tetap waspada terhadap bencana tanah longsor. Pasalnya, dimungkinkan longsor serupa masih dapat terjadi lagi.

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa wilayah di Sukabumi mmamng merupakan kawasan rawan longsor.

Salah satunya di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, yang tertimpa bencana longsor pada 31 Desember 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menuturkan Cisolok masuk kategori rawan longsor menengah hingga tinggi.

“Jika terjadi hujan dengan curah hujan di atas normal, ada potensi gerakan tanah,” kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/ 2019).

Longsor di Cisolok menimpa 30 rumah yang dihuni 32 kepala keluarga. Hingga pukul 13.30 siang ini, BNPB mencatat terdapat 15 korban jiwa. Longsor juga menyebabkan tiga orang luka-luka dan 20 orang hilang.

Baca Juga :  Melanggar Protokol Kesehatan Covid-19, Sebanyak 24 Warga Kota Banda Aceh Dihukum Menghafal Surat Pendek Alquran

Sementara itu sebanyak 63 orang selamat. Sutopo menuturkan, masyarakat yang selamat sempat mendengar gemuruh sehingga mereka melarikan diri.

Sutopo mengatakan, longsor serupa mungkin terjadi kembali. Berdasarkan data selama 10 tahun terakhir, longsor menjadi bencana terbanyak yang terjadi di Sukabumi selama periode tersebut. Jumlahnya lebih tinggi dari bencana lainnya seperti puting beliung dan banjir.

Untuk itu Sutopo berharap pemerintah daerah mengantisipasinya dengan mengatur tata ruang. Daerah yang rawan longsor tak boleh digunakan untuk pemukiman. Sebaliknya, daerah itu bisa ditanami tumbuhan yang akarnya mampu mengikat tanah.

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap, Sumber Suara Dentuman Misterius yang Didengar Warga Jakarta. Suara Berasal dari Seremoni Penerimaan Prajurit Baru TNI AU

“Akan lebih baik lagi jika tanaman tersebut membawa nilai tambah bagi masyarakat sekitar, misalnya dengan menanam sukun,” kata Sutopo.

Dia juga mengimbau pemerintah daerah untuk memberikan sosialisasi mengenai risiko bencana di wilayah mereka. Masyarakat perlu diberikan pendidikan kebencanaan, salah satunya dilatih menghadapi bencana.

BNPB menyatakan PVMBG telah menyediakan data potensi bencana di seluruh wilayah di Indonesia yang bisa diakses siapapun. Informasi tersebut tersedia di situs www.vsi.esdm.go.id. Selain ditampilkan dalam peta, PVMBG menyajikan tabel potensi bencana per kecamatan. #tempo.co