JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Wilayah Luar Kecamatan Kota Wonogiri Banyak Diincar Untuk Ajang Pasang Reklame. Ternyata Ini Alasannya

Papan reklame seperti ini sekarang tidak boleh dipasang di sejumlah jalan protokol di Wonogiri.
Papan reklame seperti ini sekarang tidak boleh dipasang di sejumlah jalan protokol di Wonogiri.

WONOGIRI-Para pengusaha saat ini banyak mengincar wilayah di luar Kecamatan Wonogiri dan Ngadirojo untuk memasang reklame, iklan, dan lainnya.

Hal tersebut merupakan imbas kebijakan larangan pemasangan papan reklame oleh Bupati Wonogiri  di kawasan Kota Wonogiri dan Ngadirojo. Dimana ruas jalan Klampisan Selogiri hingga tugu Kalpataru Donoharjo Wonogiri serta ruas jalan Wonogiri ke arah timur  hingga Kota Kecamatan Ngadirojo kini merupakan jalan raya bebas papan reklame.

Di ruas jalan tersebut, segala macam bentuk promosi melalui papan reklame outdoor dilarang dipasang.

Baca Juga :  Pasangan Josss dan Harjo Kumpulkan Dokumen Perbaikan Sesuai Batas Waktu yang Ditentukan, Masyarakat Diharap Beri Masukan dan Tanggapan

Imbasnya, kini banyak pengusaha yang mengincar kota kecamatan lain di luar Wonogiri, Ngadirojo dan Selogiri untuk ajang promosi atau iklan produk mereka.

“Permintaan pemasangan papan reklame di luar wilayah Kota Wonogiri  kini meningkat atau ramai walaupun pajaknya tidak sebesar jika promosi di kota seperti tahun lalu,” ungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Wonogiri, Stefanus Pranowo, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga :  MUI itu Njejegne Aturan Dengan Hikmah, Disampaikan Ketua MUI Jateng Ahmad Dharoji Ketika Mengukuhkan Pengurus MUI Wonogiri, Ini Para Pengurusnya

Soal lain, mengakui dana di kas daerahnya tidak ada masalah alias aman untuk tunjangan kenaikan gaji sebanyak 9.869 pegawai atau ASN di Kabupaten Wonogiri. Dari angka tersebut 5.319 ASN diantaranya adalah kalangan guru.

“Keuangan cukup dan siap untuk membayari, namun sampai saat ini kami belum menerima surat  perintah resmi dari Kemenkeu,” kata kata dia sembari menambahkan pihaknya sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 54 miliar untuk keperluan tersebut. Aris Arianto