loading...
Loading...

SLEMAN – Luncuran awan panas yang terjadi di Gunung Merapi, Kamis (7/2/2019) petang, mendorong Pemkab Sleman semakin waspada. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya, gejala serupa juga pernah terjadi.

Oleh Karena itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo meminta warga yang tinggal dan menetap di lereng Gunung Merapi agar tetap waspada dan berhati-hati.

Baca Juga :  Dosen UGM yang Tewas Nggantung Ternyata Cumlaude dengan IPK 4,00

Sebagaimana diketahui, luncuran awan panas terkini terjadi Kamis petang hingga mencapai dua kilometer dari puncak.

“Terutama bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Gendol harus super hati-hati,” kata Sri Purnomo di Sleman City Hall, Jumat (8/2/2019).

Menurut info dari BPPTKG, luncuran awan panas semalam diketahui mengarah ke Kali Gendol yang berada di sisi selatan gunung.

Baca Juga :  KPK OTT 4 di Yogyakarta, 4 Orang Diamankan, Ada Unsur Jaksa dan PNS

Kali Gendol sendiri diketahui terdapat pertambangan pasir, baik skala besar maupun skala kecil milik warga. Aktivitasnya pun tergolong tinggi.

“Saya juga berpesan agar aktivitas di sana dikurangi, mengingat lokasinya dekat dengan radius luncuran,” ujar Sri Purnomo.

Agar situasi warga di lereng Merapi tetap kondusif, Sri Purnomo menjamin pihaknya akan terus memantau terus perkembangan Merapi mengikuti info terbaru dari BPPTKG.

Baca Juga :  KPK OTT Jaksa di Yogyakarta, Amankan Uang Rp 100 Juta Terkait Proyek TP4D

Ia juga menyatakan sejumlah instansi dan lembaga siap siaga sebagai antisipasi di kala kondisi Merapi kembali memburuk.

“Seluruh informasi yang diterima terkait Merapi akan langsung kami teruskan ke warga,” kata Sri Purnomo.

www.tribunnews.com

Iklan
Loading...