loading...
Personil Satsabhara Polres Sukoharjo memunguti bangkai tikus yang dibuang di jalan

SUKOHARJO-Gropyokan tikus hingga saat ini menjadi cara efektif mengurangi populasi hama musuh petani tersebut di Sukoharjo. Namun karena kurangnya kesadaran para petani, kadang bangkai tikus hanya membuang di jalan begitu saja.

Padahal bangkai tikus yang dibuang di jalan dapat menyebabkan berbagai hal negatif. Di antaranya membahayakan pengguna jalan dan dapat mengangu kesehatan.

Keberadaan bangkai tikus di jalan ini tak pelak dikeluhkan masyarakat. Mendapati laporan masyarakat yang resah, Satsabhara Polres Sukoharjo melakukan pembersihan bangkai tikus yang berada di jalan persawahan. Tepatnya di Dukuh Tempuran, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Baca Juga :  4 Camat dan 2 Lurah di Sukoharjo Dilantik Bupati, Total Ada 79 Pejabat Administrasi Tempati Posisi Baru

“Kami mengambil bangkai tikus yang dibuang di jalan. Kebanyakan bangkai tikus sudah gepeng terlindas kendaraan dan mengeluarkan bau busuk,” kata Paurmintu Ipda Anik, Jumat (8/2/2019).

Anik menjelaskan, bangkai tikus yang dibuang di jalan dapat membahayakan pengguna jalan. Selain itu dampak kesehatan akibat bangkai tikus bisa menggangu pernafasan.

Baca Juga :  Indomaret Menggelar Rekrutmen di SMK Pembangunan Nasional Sukoharjo

“Akibat bangkai tikus yang ada di jalan bisa membahayakan pengendara, khusunya roda dua bisa terpelset. Untuk kesehatan bisa menggangu pernafasan manusia,” jelas dia.

Loading...

Di hadapan para petani Anik menjelaskan berbagai hal tentang bangkai tikus. Ke depannya petani diminta tidak membuang bangkai tikus di jalan. Bangkai tikus harus dikubur di tanah. Aris Arianto


Loading...