JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Bikin Haru, Nenek Bayi Yang Ibunya Tewas Korban KDRT Saat Menolak Istri Kapolres Yang Hendak Mengadopsi

Humas Polda Jateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Humas Polda Jateng

KUDUS, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah seorang bayi yang ibunya kehilangan nyawa akibat dianiaya suaminya, memantik empati dari Ketua Bhayangkari Polres Kudus, Putri Saptono. Tergerak dengan nasib di bayi, ia bersama sang suami Kapolres Kudus AKBP Saptono sempat mengutarakan keinginannya untuk mengadopsi bayi dari Dewi Murtosiyah (22), korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya Sugeng (36) beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan Putri saat mengunjungi bayi bernama AKF tersebut di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jumat (22/2/2019). Dengan membawa beberapa bingkisan tangan, baik Putri maupun Saptono tampak bahagia saat menggendong bocah yang belum punya dosa tersebut.

Baca Juga :  Lebih dari 27 Ribu Warga Kota Semarang Belum Miliki e-KTP

“Apa saya boleh merawat anak ini,” tanya Putri kepada Sumi, nenek bayi yang juga ibu dari Sugeng, tersangka kasus pembunuhan istrinya beberapa waktu lalu.

Sayangnya, permintaan tersebut ditolak oleh Sumi. Pihaknya pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berbaik hati kepadanya maupun cucunya tersebut.

Hanya, memang Sumi tak ingin orang lain mengadopsi AKF. Ia mengaku masih sanggup untuk merawat AKF bersama suaminya.

Baca Juga :  Ganjar Kembali Wujudkan Perhatian Khusus di Sektor Pendidikan, Hadiri Peluncuran Buku Cerpen Karya Siswa SD Salatiga

“Tidak usah, kami saja yang merawatnya,” ujar Sumi.

Sumi sendiri kini merawat AKF bersama suaminya di rumah yang menjadi lokasi Sugeng menghilangkan nyawa Dewi, yakni di Undaan. Setelah Sugeng ditangkap, pihaknya hanya mencoba menjalani hidup normal seperti pada umumnya.

“Mau bagaimana pun ini cucu kami, saya akan rawat sampai Sugeng keluar, entah kapan,” jelasnya dengan pelan. Wardoyo