loading...
Petugas di Bangsal Anggrek RSUD Sragen saat memeriksa salah satu pasien anak yang terdiagnose DB Rabu (16/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Laporan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sragen terus mengalami peningkatan. Sampai saat ini jumlah laporan kasus DBD sudah mencapai lebih dari 780 laporan.

Namun data terbaru yang dilansir Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), ternyata jumlah pasien positif DBD setelah diverifikasi, tak lebih dari 30 persen.

Data itu terungkap setelah dilakukan pengecekan menggunakan Diferensial Diagnosa (DD) elektronik terhadap laporan suspect DBD yang masuk ke DKK.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Agus Sudarmanto mengungkapkan selama ini jumlah laporan dugaan kasus DBD yang masuk memang cukup banyak. Ada yang dari Puskesmas, maupun warga langsung.

Baca Juga :  Dihadiri Dahnil Anzar, 14 Komunitas Relawan Sragen Resmikan Posko Prabowo-Sandi. Dahnil Sebut Awal dari Kemenangan! 

“Akan tetapi, setiap laporan langsung kami lakukan screening atau pengecekan menggunakan DD elektronik. Dan hasilnya tidak sebanyak dari yang dilaporkan,” ungkap Agus Sudarmanto Sabtu (9/2/2019).

Agus menguraikan dari hasil pengecekan ulang menggunakan DD elektronik, jumlah korban DBD yang dinyatakan positif sebanyak 288 orang. Sedangkan laporan yang masuk sudah mencapai lebih dari 780 laporan.

Baca Juga :  Parah, Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Sragen Capai Rp 26 Miliar. UPPD Samsat Kerahkan Polisi Untuk Datangi Rumah Penunggak Pajak 
Loading...

“Yang positif ya sekitar 30 persen saja dari laporan yang masuk,” imbuhnya.

Ia menyebut ratusan kasus itu memang menyebar di 20 kecamatan. Namun dari 20 kecamatan di Sragen, ada lima kecamatan dengan jumlah DBD terbanyak.

Diantaranya, Kecamatan Mondokan, Tangen, Sumberlawang, Gemolong, Kecamatan Sragen. Sementara jumlah korban meninggal akibat DBD masih tercatat stagnan di angka 3 orang yang terjadi pada bulan Januari 2019.

Untuk menekan peningkatan penyebaran DBD, DKK Sragen terus menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Upaya pemberantasan sarang nyamuk terus kami tingkatkan. Dan PSN ini juga kualitasnya ditingkatkan, tidak hanya sekadar pemberantasan sarang nyamuk saja,” ucapnya. Wardoyo

Baca Juga :  8 Transformasi Besar Lapas Sragen. Hilangkan Aura Angker, Bikin Orang Lewat Mendadak Jadi Tergoda! 

 


Loading...