JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

DPP Asmindo Bersama Bravo 5 Jogja dan Solo Gelar Bedah Buku Jokowi

Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Istimewa

SOLO– DPP Asmindo bersama dengan Bravo 5 Jogja dan Solo menggelar diskusi publik dan bedah buku berjudul Jalinan Keulamaan, Keumatan dan Kebangsaan: Ulama Bertutur tentang Jokowi, Jumat (1/2/2019), di The Sunan Hotel Solo. Hadir dalam event tersebut sebagai keynote speaker, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi sekaligus sebagai anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

Buku “Jalinan Keulamaan, Keumatan dan Kebangsaan” sendiri berisi rekam tutur dari berbagai pihak tentang jejak religiusitas Presiden Joko Widodo dari sebelum berkiprah di dunia politik sampai dengan menjadi Presiden Republik Indonesia.Hasil tuturan tersebut dituliskan menjadi sistematis oleh seorang penulis yang juga sekaligus ustad, yaitu Mukti Ali Qusyairi.

Baca Juga :  Sah, Golkar Resmi Usung Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Ketua Pelaksana Kegiatan, Runakso Setyadi menuturkan, serangan masif terhadap Jokowi dilakukan dengan menempelkannya sebagai label pemimpin yang pro China (Aseng), Asing, Komunis dan semua hal yang secara langsung berhadapan dengan aspirasi “Islam”.

“Padahal faktanya Joko Widodo merupakan pemeluk Islam yang taat dan dalam perjalanan hidupnya sangat dekat dengan jaringan Keislaman dan Keumatan, tak lepas dari serangan politik dengan bungkus agama, sebagai anti Islam, mengkriminalilsasi Ulama dan dianggap Kristen dan lain sebagainya. Untuk itu hadirnya buku ini merupakan media untuk dapat  diamplifikasi, sehingga publik dapat mengetahui pengalaman religiusitas Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Kembali Tangkap Dua Pelaku Kasus Penyerangan di Mertrodanan Pasar Kliwon, Kapolda Jateng: Langit Runtuh, Hukum akan Ditegakkan!

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, TGB menyampaikan bahwa semua perjalanan hidup seorang pemimpin itu sumber pembelajaran. Termasuk pemimpin saat ini adalah Jokowi. Semua yang berkaitan dengan Jokowi, mulai dari perjalanan hidup, proses dilewati, jatuh bangun kehidupannya, semua gagasan-gagasan merupakan satu pembelajaran yang sangat berharga bagi semua.

“Kalau bagi saya keislaman beliau (Jokowi) tanpa harus membaca buku yang panjang, keislaman beliau itu terdokumentasi dengan baik. Artinya guru-gurunya jelas, majelisnya jelas, pengajiannya jelas kemudian jejak-jejak dari sahabatnya jelas semua. Beliau ini tokoh historis, artinya bisa diuji ada rekam jejaknya,” tandasnya. Triawati PP