JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fotonya Disandingkan Bersama Prabowo-Sandi, Bupati Sragen Langsung Ngamuk. Mendadak Minta Spanduk Dicopoti Paksa 

Spanduk bergambar Prabowo-Sandi dan Bupati Sragen di Masaran. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Spanduk bergambar Prabowo-Sandi dan Bupati Sragen di Masaran. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati berang mendapati foto dirinya terpasang pada baliho alat peraga kampanye (APK) pasangan Capres-Cawapres, Prabowo-Sandi. Bupati pun langsung memerintahkan baliho yang banyak terpasang di wilayah Kecamatan Masaran itu untuk dipretheli.

Insiden kemarahan bupati itu terjadi usai menghadiri acara groundbreaking pembangunan Jembatan Bejingan di Desa Pilang, Kecamatan Masaran Sragen, Kamis (28/2/2819). Usai acara, kendaraan yang ditumpangi bupati mendadak berhenti di lokasi terpasangnya baliho dukungan Capres nomor urut 2.

Tak kurang 4 baliho yang terpasang di sejumlah titik langsung dipretheli oleh ajudan dan Satpol PP yang mengawal bupati.

Baca Juga :  Curhat Frustasinya Petani Sidoharjo Sragen Hadapi Serangan Tikus Yang Makin Merajalela. Dari Belerang, Granul Hingga Umpan Sudah Tak Mempan, Ronda Pun Sampai Pindah ke Sawah

Baliho yang membuat amarah bupati terpantik itu bertuliskan “Ayo Guyub Rukun Menangkan Prabowo-Sandi” itu kemudian diserahkan ke Bawaslu setempat. Bupati melalui Satpol PP juga langsung melaporkan kasus ini ke Bawaslu.

“Saya keberatan foto saya dipasang di baliho tersebut. Kasus ini juga langsung kami laporkan ke Bawaslu,” ujar Yuni.

Kendati saat ini Yuni masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pansihat DPC Partai Gerindra Sragen, namun dia mengaku tidak pas jika seorang kepala daerah dicantumkan dalam APK capres.

Baca Juga :  Update Kecelakaan Maut Masaran, Identitas Sopir Tronton Yang Tewas Diketahui Bernama Wiyono dari Klaten. Korban Ditemukan Terjepit Bodi Truk Yang Ringsek

“Pertama, pemasangan foto itu tanpa persetujuan lebih dulu. Kemudian kedua, kalau foto kepala daerah tercantum di APK juga melanggar aturan. Makanya kami minta dicopot,” tegasnya.

Yuni mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang baliho yang banyak terpasang tersebut. Apalagi dalam baliho juga tidak tercantum siapa penanggungjawabnya, apakah dari partai politik (Parpol) atau relawan.

“Terkait dukungan atau pilihan saya dalam Pilpres nanti, itu hak politik pribadi,” tambahnya. Wardoyo