loading...
Loading...
Bupati Sragen dan jajaran Forkompida saat kerjabakti di TPS Tanggan, Gesi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pemkab bakal menutup  14 TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) di Kabupaten Sragen utamanya di wilayah Kota. Sebagai gantinya, TPS di tengah kota sering over load dan meluber ke jalan akan diganti dengan TPS mobile.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati seusai apel peringatan hari Sampah Nasional kemarin.

Ia mengayakan sampah dari rumah tangga sampai saat ini masih menjadi persoalan Pemkab Sragen. Bahkan permasalahan ini Pemkab Sragen gagal mempertahankan Penghargaan Adipura pada 2018 lalu. Oleh sebab itu Pemkab Sragen akan mengambil sejumlah terobosan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Baca Juga :  8 PSK dan 2 Pria Hidung Belang di Lokalisasi Mbah Gajah Gondang Dites HIV/AIDS. Hasilnya Mengejutkan 

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni menyampaikan akan menutup tempat pembuangan sampah  sementara (TPS) dan menggantinya TPS mobile. Pemkab akan menyediakan kendaraan bak terbuka yang mengambil sampah rumah tangga keliling ke pemukiman penduduk.

“Sehingga sampah dari rumah tangga tidak menumpuk di TPS hingga meluber ke jalan, karena mobil sampah langsung akan membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir TPA Tanggan di Kecamatan Gesi,” paparnya.

Bupati menyebutkan ada 14 TPS yang bakal ditutup, sementara kendaraan yang akan disediakan satu kelurahan satu unit. Menurutnya sekarang tidak zamannya lagi ada TPS di tengah kota, selain tidak sesuai estetika juga menimbulkan bau yang tak sedap. Lebih lebih sampah yang ada TPS dipilah oleh pemulung hingga berserakan ke jalan.

Baca Juga :  Geger Penemuan Bayi Merah Dibuang di Teras Rumah Warga Gemolong Sragen. Saat Ditemukan Kondisinya Terus Menangis 

“Fokus mengedukasi masyarakat dan tahun 2020 nanti kita mengadakan kendaraan untuk menggantikan TPS. Ganti TPS mobile setiap kelurahan kita anggarkan satu agar bisa mengakomodir itu. Di kota ada 14 TPS dan itu dihilangkan diganti dengan mobil,” ujar Yuni.

Bupati menambahkan, masyarakat juga harus diajarkan memilah sampah, sehingga tidak sembarangan dimasukkan ke TPS dan meluber ke jalan. Masyarakat harus memilah sampah yang dapat diolah menjadi uang dan juga sampah yang dapat dijadikan kompos. Hal ini harus dilakukan karena keberadaan TPA dan TPS sudah tidak optimal mengingat sudah over load. Wardoyo

Baca Juga :  Mantan Bupati Sragen Penuhi Panggilan Kajari Soal Kasus Kasda. Tapi Pemeriksaan Kemudian Dihentikan Karena Ini 

 

Loading...