JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Jadi Langganan Banjir, Warga Madyorejo Sukoharjo Resah Setiap Hujan Deras Mengguyur. Berikut Fakta yang Sebenarnya Terjadi

Sejumlah anak bermain di genangan air banjir Kampung Madyorejo, Jetis, Sukoharjo. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Sejumlah anak bermain di genangan air banjir Kampung Madyorejo, Jetis, Sukoharjo.

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Warga kampung Madyorejo RT 1 RW VII, Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo resah saat hujan deras mengguyur. Pasalnya air bakal menggenang jalanan dan sebagian masuk rumah.

Genangan banjir seperti yang terjadi pada Rabu (20/2/2019) sore. Hujan deras turun kisaran 25 menit lamanya. Namun jalanan mulai tergenang air dan terpaksa ditutup.

Jalan yang terendam air di antaranya Jalan Krakatau di barat masjid Al-Falah mencapai 50 sampai 60 sentimeter, Jalan Agung bagian barat sekitar 30 sampai 35 sentimeter dan Jalan Semeru bagian barat ketinggian 30 sampai 40 sentimeter.

Baca Juga :  Catat Lur, Ini Jumlah Pelanggaran dan Tilang Selama Pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2020 di Sukoharjo

“Sesuai program RT yang telah berjalan, warga sebenarnya sudah melakukan pemeliharaan lingkungan dan pembersihan terhadap gorong-gorong dan saluran yang tumbuh rumput serta sedimen maupun sampah yang menyumbat dan nenghambat,” tutur Rudi Setyohadi Ketua RT setempat, Kamis (21/2/2019).

Air nenggenang, ujar dia, akibat tidak muatnya saluran air di kampung. Selain itu jalur yang mengarah ke Jalan Gatot Subroto terlalu tinggi dan salurannya kurang lancar. Demikian pula dengan posisi Jalan Veteran sudah semakin tinggi.

Baca Juga :  Mendaki Gunung Sambil Mengibarkan Bendera Merah Putih Menjadi Simbol Kebersamaan Polisi Masyarakat di Sukoharjo

“Kalau hujan lebat dan lama, kampung ini seperti kolam tanpa ikan,” tambah dia.

Dengan kejadian air menggenang setiap hujan deras ini warga berharap agar pemerintah dapat membenahi saluran atau gorong-gorong khusunya di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Veteran. Sehingga bisa mengurangi genangan air. Aris Arianto